May
31
Pekan Imunisasi Nasional
Filed Under Kesehatan | 3 Comments
Hampir lupa. Naufal pagi ini ikut PIN. Ada fotonya tidak ya? Kalau ada, mau dipigura dan dipajang di ruang tamu.
Cepat besar nak. Jadilah anak sholeh, pintar dan patuh terhadap orang tua. Amiiinnn…
May
31
Selamat.. Selamat..
Filed Under Kampung Gajah, Personal | 1 Comment
1. Selamat ulang tahun untuk adik tercinta Ine, semoga tercapai semua keinginan, lebih dewasa dalam bersikap, lebih rajin beribadahnya dan cepat dapat pekerjaan.
2. Selamat ulang tahun untuk keponakan tercinta, Bisma. Semoga menjadi anak yang shaleh, tekun ibadahnya, rajin, dan patuh sama papa dan mama ya ![]()
3. Selamat jalan untuk Bonny, semoga sukses berjuang di negeri orang. Jaga diri baik-baik, jangan cepat emosi. Ingat, keberhasilan bukan dilihat dari keberhasilan mendapatkan uang yang banyak, semua itu tidak berarti tanpa keberkahan. Jangan lupa didzakatkan penghasilannya, biar kita hanya menerima apa yang sudah jadi rejeki kita. Sampai jumpa 2 tahun lagi bila Allah mengizinkan
4. Selamat untuk milis gajah, atas keberhasilan jumlah email menembus angka 20.000 dalam sebulan. Bener-bener kampung junkers. Kirain itu mission impossible, ternyata jadi mission is possible ![]()
May
27
Lokasi: Loket Pos Kilat Khusus Kantor Pos Besar Pasar Baru Jakarta
Waktu: Sekitar pukul 08.25 WIB hari ini
Pelaku: Meja Proses
Ah indahnya pagi ini. Aku selalu senang memulai tugas muliaku sebagai meja proses di loket pos kilat khusus di pagi hari. Seperti kebiasaanku setiap hari, aku mengamati suasana disekitarku. Masih sepi, belum banyak orang yang membutuhkan aku - sebagai alas keyboard, monitor CRT dan timbangan - baru tiga orang. Duh, mereka kelihatan terpelajar, langsung membentuk antrian tanpa harus diminta semata karena kesadaran mereka.
Hei… sepertinya datang dua orang lagi yang akan menggunakan jasaku. Horeee… pasti mereka akan langsung antri dibelakang ketiga orang didepanku ini. Tetapi yang terjadi selanjutnya membuatku terkejut. Hei.. hei.. kedua orang itu langsung menerobos antrian dan ikut menjadi yang terdepan di bagian sebelah kanan. Mereka bahkan langsung begitu saja meletakkan surat-surat mereka di loket padahal ketiga orang antri tadi saja masih memegang surat-surat mereka di tangan. Aku berusaha mengingatkan mereka sebisaku, tapi apa daya, mereka pasti tak mengerti bahasa mejaku.
Kemudian datang dua orang lagi dan ternyata mereka melakukan hal yang sama dengan menerobos antrian ikut menjadi yang terdepan, hanya saja kali ini di sebelah kiri. Antrian apa ini? mengapa menjadi huruf T? Mengapa surat-surat berserakan tak beraturan di loket?
Kakak petugas yang senantiasa bekerja bersamaku setiap hari sepertinya juga enggan menegur mereka. Apakah mungkin dia merasa bahwa menegur itu tidak ada gunanya? Aku kasihan dengan tiga orang pertama tadi. Mereka terabaikan karena kakak petugas langsung begitu saja mengambil secara acak apapun surat yang akan diposkan yang terserak tak beraturan di atas loket - tanpa memperhatikan urutan orang yang harus dilayani - dan langsung memprosesnya melalui komputer diatasku.
Sambil menahan rasa sedih, aku teringat salah satu nasihat ayahku, “Nak, jadilah meja yang bisa menghargai meja lain, jadilah meja yang peduli dengan yang lain”. Kami sesama meja saja saling menghargai, jadi menurutku orang yang tidak peduli untuk antri pastilah orang yang tidak menghargai dan peduli dengan orang lain.
Aku hanya bisa menggerutu, “Dasar orang bodoh! Kepalanya pasti basi! Coba diganti dengan kepala yang baru!”
May
26
Champion! Champion!
Filed Under Olahraga | 6 Comments
Partai final Liga Champions Eropa 2005 yang dramatis berakhir manis bagi Liverpool. Terbukti sebuah tim yang tidak diunggulkan mampu menjadi pemenang melalui semangat juang, kerja keras dan mental juara yang tinggi.
Berakhir sudah penantian selama 21 tahun di pentas Champions Eropa sejak mereka menundukkan AS Roma di final (4-2 adu penalti, 1-1 120 menit) tahun 1984 di stadion Olimpico, Roma, Italia. Kekalahan 0-1 dari Juventus setahun kemudian dan hukuman berupa larangan kepada semua klub Inggris untuk berkiprah di pentas Eropa apapun selama 5 tahun (6 tahun untuk Liverpool) sebagai dampak Tragedi Heysel seolah menenggelamkan nama Liverpool di Eropa. Kebangkitan yang dimulai tahun 2001 ketika mereka merebut treble winners dengan menjadi juara Piala Liga Inggris, Piala FA dan tentu saja Piala UEFA dan Piala Super Eropa di pentas Eropa diteruskan tahun ini.
Sempat ketinggalan 0-3 di babak pertama lewat gol Paolo Maldini dan 2 gol Hernan Crespo, mampu disamakan menjadi 3-3 oleh gol-gol dari kapten Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso hanya dalam selang waktu 6 menit di babak kedua. Dongeng itu pun terus berlanjut dengan puncaknya terjadi di babak adu penalti ketika mereka menang 3-2. Kegagalan eksekusi penalti pertama dan kedua AC Milan lewat Serginho dan Andrea Pirlo seolah menyalakan sinyal kemenangan bagi Liverpool apalagi dua eksekutor pertama mereka yaitu Dietmar Hamann dan Djibril Cisse sukses. Meskipun Jon Dahl Tomasson dan Kaka berhasil sedangkan John Arne Riise gagal, tetapi keberhasilan Vladimir Smicer dan kegagalan Andriy Shevchenko menuntaskan penantian itu. Liverpool berhasil menjadi raja Eropa tahun ini.
Pujian patut diberikan kepada semua elemen. Pelatih Rafael Benitez yang mampu meramu sebuah tim underdog menjadi pemenang, staf dan asisten pelatih, para pemain yang bermental hebat, berdeterminasi dan semangat juang tinggi, kapten yang luar biasa, kiper yang luar biasa, pendukung yang hadir di stadion dan fans seluruh dunia. You’ll never walk alone!
Ironisnya kemenangan ini tidak serta merta meloloskan Liverpool ke Liga Champions Eropa tahun depan, karena prestasi The Reds di Liga Premier Inggris hanya mampu berada di urutan ke lima dibawah empat klub teratas penerima jatah lolos ke Liga Champions tersebut yaitu Chelsea, Arsenal, Manchester United dan Everton. Jatah Liverpool yang pasti adalah ke Piala UEFA. Jadi atau tidaknya Liverpool ke Liga Champions sangat ditentukan dari diterima atau tidaknya proposal ke UEFA.
Bagaimanapun juga, selamat untuk Liverpool yang telah menuntaskan dengan manis cerita dari negeri dongeng pada perhelatan Liga Champions Eropa ke-50 serta merengkuh tropi ke-5 dan selamat untuk AC Milan yang bermain luar biasa dan bisa mengontrol jalannya pertandingan hanya sayang kurang beruntung. You’ll Never Walk Alone!
May
25
You’ll Never Walk Alone
Filed Under Olahraga | 3 Comments

Dinihari nanti, Liverpool akan ditantang oleh AC Milan di babak final Liga Champions Eropa di stadion Atatürk, Istanbul, Turki. Final pertama bagi Liverpool sejak tragedi Heysel yang kelam di tahun 1985.
Banyak yang menyangsikan kemampuan mereka di ajang ini, apalagi melihat perjalanan di Liga Premier Inggris yang tersendat-sendat dengan hanya menempati posisi ke-5 di klasemen akhir. Banyak yang bilang bahwa sukses Liverpool melaju hingga ke babak final adalah karena kejutan. Kejutan? Tidak. Itu adalah kerja keras. Setelah menghantam Bayer Leverkusen di 16 besar, langkah Liverpool kemudian membalikkan segala ramalan. Juventus di perempat final dan Chelsea di semifinal dapat dikalahkan.
Memang harus diakui bahwa Liverpool sekarang belum bisa seperti Liverpool di masa sebelum 1985 sebagai raja Eropa dengan menjuarai Piala Champions Eropa sebanyak 4 kali dan juara Piala UEFA sebanyak 3 kali. Tetapi dengan hadirnya pelatih hebat Rafael Benitez yang berhasil membawa Valencia menjadi juara piala UEFA pada musim lalu dan pemain-pemain bertalenta tinggi, Liverpool bisa berharap banyak kembali ke masa kejayaannya dimulai dengan menjuarai Liga Champions Eropa dini hari nanti.
Ayo… jadilah juara Champions Eropa untuk ke-5 kalinya. You’ll Never Walk Alone!