Kumpulan kalimat yang indah

Filed Under (Ragam) by godzalli on 20-05-2005

“I was deeply engrossed in thought and contemplation and seeking to understand the meaning of nature and the revelation of books and scriptures when I heard LOVE whispered into my ears through your lips. My life was a coma, empty like taht throne of Adam’s in Paradise, when I saw you standing before me like a column of light. You were the Eve of my heart who filled it with secrets and wonders and made me understand the meaning of life.”

Ah tiba-tiba saja teringat ini di kepala. Kahlil Gibran sekali ya? Kumpulan kalimat yang indah.

*koreksi dari rony*

Surat Pernyataan Ampun

Filed Under (Ragam) by godzalli on 18-05-2005

Tadi siang sewaktu sedang blogwalking ke blognya Priyadi, ada posting yang sangat menarik perhatian saya, yaitu Surat Pernyataan Ampun. Surat itu – judul aslinya adalah Surat Terbuka Pernyataan Ampun Kepada PT. Bhakti Investama Tbk. – dimuat sebagai iklan pernyataan di harian Media Indonesia terbitan tanggal 12 Mei 2005.

Saya tidak tahu apakah Pak Abdul Malik Jan itu benar atau tidak. Jika tidak, abaikan saja sisa posting ini, jika benar, maka isi surat itu begitu sedih, ironis, tragis tapi juga mengundang senyum.

Sedih karena upaya beliau untuk ikut berpartisipasi dalam memberantas korupsi – semangat yang dicanangkan dan digalakkan sendiri oleh bapak Presiden kita – harus kandas dan bahkan disomasi untuk memberikan pernyataan maaf karena dianggap telah memfitnah dan mencemarkan nama baik.

Ironis karena memberantas korupsi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Mengapa orang yang melaporkan tindak pidana korupsi malah bernasib seperti ini? Dan apakah akan selalu seperti ini?

Tragis karena ternyata tidak ada perlindungan dan jaminan hukum bagi sang pelapor yang terbukti dari keluarnya somasi yang menuntutnya untuk melakukan pernyataan maaf secara terbuka. Hal ini yang menjadi alasan kenapa anonimitas akhirnya menjadi jalan keluar yang dipakai orang. Lebih buruk lagi, ditakutkan peristiwa ini akan semakin melemahkan semangat kita untuk ikut berpartisipasi memberantas korupsi di negeri ini.

Di lain sisi, saya tersenyum dengan cara Pak Abdul Malik Jan menulis Surat Pernyataan Ampun ini. Penulisan yang elegan, penuh dengan sarkasme dan sindiran pedas yang justru akan membuat pembacanya bertanya-tanya bahwa pasti ada yang tidak beres disitu dan membangkitkan minat pembacanya pada kasus itu. Keren!

Majalah Dinding

Filed Under (Personal, Ragam) by godzalli on 17-05-2005

Ketika akhir pekan kemarin berlibur ke rumah orang tua, sempat kaget sewaktu melihat ada sepotong styrofoam tergantung di dinding dan ditempeli kertas-kertas. Setelah didekati, ternyata styrofoam tersebut difungsikan sebagai media majalah dinding.

Setelah saya bertanya kepada adik saya, barulah saya menemukan titik terang tentang keberadaan majalah dinding tersebut. Ternyata majalah dinding tersebut adalah hasil kerja dari para keponakan yang hampir setiap hari berkumpul di rumah Eyang (rumah orang tua saya). Idenya datang dari adik bungsu saya yang mencoba mendorong mereka untuk membuat majalah dinding sebagai proses pembelajaran untuk berlatih menulis dan mengekspresikan diri. Ide itu diluar dugaan mendapat sambutan yang bagus dari mereka yang padahal masih berusia antara 7 sampai 14 tahun.

Penerimaan ide tersebut langsung diwujudkan dengan mengadakan rapat dengan peserta semua keponakan yang hadir dengan dua agenda, yaitu mengadakan musyawarah untuk menentukan ketua dan sekretaris majalah dinding tersebut dan juga menentukan bagaimana pengelolaan majalah dinding tersebut.

Hasil dari rapat tersebut menunjuk Mutiara Rahmadhani (keponakan tertua yang sudah berusia 14 tahun dan sedang duduk di bangku SMP kelas 2) sebagai ketua dan Paracytha Gumilang Purnama (keponakan ke-2 dari kakak sulung saya dan sedang duduk di bangku SD kelas 4) sebagai sekretaris. Selain itu rapat tersebut juga menyepakati bahwa majalah dinding tersebut akan terbit mingguan pada setiap hari Minggu dan akan mempunyai tema berbeda-beda setiap minggunya. Rubrik-rubriknya adalah Wawancara, Iptek, Lukisan, Puisi, Perbendaharaan kosa kata bahasa Inggris, Saur Sepuh (rubrik untuk menampung kritik dan saran dari om, tante dan eyang) dan rubrik bebas yang kesemua isinya menurut tema yang telah disepakati. Semua anggota majalah dinding akan diberi tugas untuk mengisi rubrik yang berbeda-beda setiap pekannya. Juga yang tak kalah penting, majalah dinding tersebut diberi nama “CuEng” (Cucu Eyang).

Edisi pertama lahir tanggal 8 Mei 2005 (satu minggu yang lalu) dengan tema “Pasar”. Edisi kedua tanggal 15 Mei 2005 terbit dengan tema “Pantai”. Untuk edisi berikutnya tanggal 22 Mei 2005 akan terbit dengan tema “Rumah Sakit”.

Yang saya lihat kemarin adalah edisi kedua. Vien Aulia Rahmatika melakukan wawancara dengan saya, Fauzan Tsururi membuat lukisan pantai, Nabila Mumtaz Gumintang membuat rubrik Iptek, Mutiara Rahmadhani membuat puisi dan Paracytha Gumilang membuat perbendaharaan kosa kata bahasa Inggris yang berkaitan dengan pantai. Bahkan anak saya yang masih berusia 10 bulan ikut menyumbang rubrik bebas berupa cetakan bibirnya yang diselimuti oleh bubur bayi.

Yang pasti ada rasa bangga melihat majalah dinding itu. Ini adalah karya besar dari para keponakan saya yang telah berhasil berorganisasi, melakukan rapat dan musyawarah, membuat keputusan penting, mengelola majalah dinding dan belajar menulis artikel sesuai tema.

Posting pertama

Filed Under (Blog, Personal) by godzalli on 13-05-2005

Akhirnya, jadi juga posting pertama disini setelah banyak kekacauan yang terjadi dalam dunia blog saya. Kekacauan? ya bisa dibilang begitu. Server co-location saya mengalami masalah pada harddisknya. Alhamdulillah, data-data penting berhasil diselamatkan tetapi tidak demikian dengan blog saya, engine dan arsip-arsipnya :((

Sambil berusaha untuk membuat blog yang baru di rumah sendiri, saya kembali menumpang akun Blogger – dibuat sejak bulan Juli tahun 2000, terakhir posting tahun 2004 – yang lama tak digunakan dan ternyata sampai sekarang akun ini masih tetap ada. Terima kasih kepada Blogger untuk pengertiannya :P

Jumlah blog di akun Blogger ini ada dua. Yang pertama tidak dipublikasikan karena itu hanyalah untuk konsumsi saya dan istri tercinta. Sedangkan blog ini adalah yang kedua dan dibuka untuk publik.

Selain disini, saya juga mempunyai blog di akun Friendster saya. Tetapi karena load pekerjaan yang banyak dan keasyikan menjadi junker di milis gajah, blog itu pun tidak terisi posting baru selama beberapa waktu.

Ya sudahlah, mudah-mudahan blog saya bisa berlanjut kembali dengan selamat dan bukan hanya menjadi trend sesaat. Karena untuk saya pribadi, menulis blog ini bermanfaat sebagai latihan untuk kebiasaan menulis dan berbagi hal-hal yang saya temui dalam keseharian untuk menambah warna dan pengalaman hidup, syukur-syukur bila itu bisa membawa manfaat dan kebaikan.