Tadi pagi dalam perjalanan menuju ke kantor, sesampainya di daerah jembatan layang Matraman ada seorang gadis kecil yang baru terbangun dari tidurnya yang lelap di atas jembatan itu. Tak pelak lagi dia menjadi objek perhatian para pengendara yang melintas termasuk saya.

Saya membayangkan gadis kecil tersebut tertidur semalaman di aspal jembatan layang yang pasti dingin, lembab dan berangin. Ah… apakah benar di negara aneh ini - ngakunya negara kaya yang melimpah hasil alam dan hasil bumi - (pernah) ada pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”?

Warga kampung ribut-ribut soal SMS dari Presiden ini sejak tadi siang. Bahkan Jay, Pakerte dan Fahmi sudah membuat postingan di blog mereka masing-masing (Jay bahkan menyertakan screenshot HP-nya, sedangkan Pakerte menyertakan jawabannya). Saya masih santai-santai aja karena belum terima smsnya.

Tidak tau sih apakah SMS itu memang benar dari Presiden ataukah “Presiden”, tetapi yang jelas pada pukul 16:42:02 WIB akhirnya saya menerima sendiri (spam SMS?). Bunyinya seperti ini:

“Stop penyalahgunaan dan kejahatan Narkoba sekarang. Mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita, menjadi bangsa yang sehat, cerdas, dan maju.”

Sender:
Presiden RI

Dilihat-lihat kok gak ada nomor pengirimnya, apa ini yang dinamakan cell broadcast?

Memang sih narkoba adalah isu yang besar, tetapi persoalan yang negara ini hadapi gak cuma narkoba pak. Dari sisi sosial saja sudah banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan, salah satu contohnya adalah busung lapar yang sedang melanda daerah timur Indonesia seperti di NTB. Belum lagi masalah lain seperti pendidikan, kesejahteraan dan lainnya. Atau sisi lain lagi seperti korupsi hanyalah beberapa sisi masalah diantara sekian banyaknya sisi masalah yang dihadapi.

Meskipun himbauan ini baik (spam SMS?), akan jauh lebih baik lagi bila langsung ada tindakan nyata dari pemerintah yang bapak pimpin untuk menyelesaikan masalah-masalah negeri ini.

Hari ini, DepKes mengadakan PIN II di Propinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Berkaca kepada banyaknya kejadian bayi sakit bahkan meninggal pasca PIN I yang sangat memprihatinkan dan memilukan, banyak masyarakat yang tidak antusias untuk mengikuti PIN II ini. Rasa was-was dan trauma wajar dimiliki oleh para orang tua yang tidak mengharapkan adanya musibah pasca PIN kali ini.

Memang bagaimanapun juga kita harus berupaya untuk tetap objektif. Benarkah kasus-kasus yang terjadi sebagai akibat dari pemberian vaksinasi tersebut? Banyak pertanyaan di benak saya untuk hal ini. Sebagai orang awam yang tidak tahu mengenai dunia kedokteran, apakah anak diperiksa dulu kondisi kesehatannya sebelum di vaksinasi? setahu saya anak harus dalam kondisi betul-betul sehat sebelum diberi vaksin. Apakah bila tidak sehat tetap dipaksakan ikut? Bagaimana riwayat kesehatannya? Adakah petugas kesehatan atau dokter ahli anak yang mendampingi relawan yang bertugas?
Tentang vaksin yang diberikan, Depkes memberikan jawaban di sini.

Semoga penyelenggaraan PIN II ini benar-benar diawasi dengan ketat dan cermat oleh dokter ahli anak di tiap-tiap tempat penyelenggaraan, pada pasca penyelenggaraan PIN II ini tidak terjadi lagi musibah seperti yang lalu, Komnas PP KIPI juga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar.

Sehabis membaca postingan di blog Didats, jadi ingin memberikan review tambahan di beberapa pusat perbelanjaan yang gak mungkin ditambahkan sebagai komentar disana.

    Atrium Senen
    Salah satu tempat sholat di mal yang bagus. Biasa dipakai juga untuk tempat sholat Jum’at. Tempat sholat lumayan besar, dipisah antara laki-laki dan perempuan. Tempat wudhu juga terpisah untuk laki-laik dan perempuan, sayangnya memiliki jarak yang cukup jauh dari tempat sholat. Bakiak juga banyak tersedia.

    Pasar Festival
    Tempat sholat luas dan dihijab dengan kain. Tempat wudhu lumayan besar meskipun tidak begitu bersih. Sayangnya tempat wudhu agak jauh terpisah dari tempat sholat.

    Pasaraya Manggarai
    Sudah lama gak kesana, jadi sudah lupa-lupa ingat. Tempatnya sih lumayan lah. Tempat sholat dipisah antara laki-laki dan perempuan.

    Mal Kelapa Gading
    Tempatnya lumayan juga sih. Hijab berupa kain putih yang panjang dan lebar, hanya saja tempat wudhunya sempit.

Kesan umum yang ada tentang keberadaan musholla di pusat perbelanjaan: Biasanya tempatnya mojok di dekat tangga darurat, di tempat parkir, di lorong atau di tempat tak terpakai yang dialih fungsikan. Sangat jarang yang membuat musholla yang sudah dirancang atau dipikirkan sebelumnya. Suatu ironi mengingat Indonesia adalah negara yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Dalam hal ini, ITC Cempaka Mas adalah yang terbaik dengan membuat masjid di lingkungan perbelanjaannya.

Kalau ada yang pernah dan tau tentang musholla di mal atau tempat perbelanjaan yang lain, tolong tulis di bagian komentar ya :)

Terima kasih untuk doa teman-teman semua. Kemaren sore, alhamdulillah istri saya sukses dan lulus sidang masternya di MSI Gunadarma. Sebelumnya saya kira masih MM ternyata sudah ganti menjadi MSI.

Berarti tinggal saya yang baru mulai berjuang bulan September nanti. Doakan saya juga ya :)

Next Page →