Jun
5
ClubBali, Klub Liburan
Filed Under Ragam
Hari sabtu sore kemarin saya diminta istri untuk mengantarnya mengambil voucher menginap gratis di hotel berbintang di Bali. Sebelumnya saya sempat ada pikiran-pikiran negatif. Masak iya sih ada yang gratis sekarang ini? Pasti hanya alasan untuk menawarkan sesuatu ataupun untuk menipu. Istri saya bilang hanya yang diundang yang bisa mengambil voucher tersebut.
Setelah sampai di tempat yang dituju, istri saya ditanya tentang siapa pengundangnya dan langsung disodori questionnaire untuk diisi. Salah satunya adalah kesediaan untuk ikut presentasi dengan waktu minimal 90 menit. Terkaget-kaget saya melihat istri saya ternyata menyetujui hal itu - belakangan saya ketahui bahwa istri saya melewatkan kata minimal tersebut. Beberapa menit kemudian ada seseorang yang memperkenalkan diri dan mengajak kami berdua masuk ke dalam sebuah ruangan yang luas, penuh dengan orang-orang yang sepertinya sedang diberi penjelasan oleh petugas-petugasnya masing-masing.
Penjelasan dimulai dengan sejarah PT. Puri Loka yang mulai berdiri tahun 1992 dan diselingi dengan pemutaran video RCI dari proyektor. Ternyata mereka menawarkan keanggotaan Club Bali, yaitu keanggotaan klub liburan berupa akomodasi hotel berbintang, resort dan cottage yang mereka miliki ditambah dengan berbagai tempat afiliasi yang tersebar di Indonesia dan dunia dengan berafiliasi ke RCI. Konsep yang dijual menurut saya menarik karena bisa mendapatkan akomodasi dengan lebih mudah, biaya akomodasi berdasarkan point dan beberapa keuntungan yang bisa didapat seolah-olah kita adalah pemilik tempat liburan tersebut.
Keuntungan menjadi member menurut mereka antara lain bisa menghadiahkan, menyewakan, menjual bahkan mewariskan point yang mereka miliki. Keanggotaan yang dijual adalah selama 20 tahun dengan point per tahunnya adalah 2.400 point sehingga point total yang ditawarkan adalah 48.000 point. Setiap tempat punya perhitungan point yang berbeda-beda (mungkin karena harga kamar dan fasilitas juga berbeda-beda).
Sayangnya saya dan istri bukanlah tipe orang yang senang berlibur dengan cara seperti itu. Prioritas liburan istimewa masih bukan merupakan prioritas yang tinggi. Disamping jatah libur yang sedikit selain hari Sabtu dan Minggu, kami berdua juga agak sulit untuk menyatukan jadwal cuti. Selain itu, mengisi liburan tidak melulu harus dengan cara jalan-jalan seperti itu. Menonton TV di rumah, bercanda dengan Naufal, atau hanya sekedar pergi ke tempat wisata sekitar Jakarta pun sudah cukup. Kalaupun ingin berlibur dan menginap di tempat yang jauh, kami tidak memaksakan diri harus menyewa kamar di hotel berbintang, yang sederhana pun sudah cukup asalkan tempatnya bersih dan nyaman. Sehingga kami merasa bahwa tawaran yang diajukan sepertinya terlalu mewah dan sangat berlebih untuk kami.
Setelah melihat penawaran harganya, terus terang kami semakin tidak berminat. Kami lebih memilih berhemat dan menabung untuk biaya pendidikan Naufal dan adik-adiknya (amiiinnn) kelak, biaya penyelesaian studi S2 istri saya dan juga biaya pendidikan S2 saya. Dan akhirnya kami putuskan untuk menolak tawaran tersebut.
Pada akhirnya kami tetap diberikan voucher untuk menginap gratis tersebut. Pada saat ditanyakan lokasi hotel yang akan diambil, kami tidak bisa menjawab karena kami memang sebenarnya tidak ada rencana untuk berlibur istimewa dalam bulan-bulan ini.
Saya juga meminta maaf dalam hati karena ternyata mereka fair, tidak menipu dan memang menawarkan sesuatu yang legal.
Comments
8 Responses to “ClubBali, Klub Liburan”
Leave a Reply


ya bagus kalo begituh…
*ngarep*
kalo liburannya jadi, saya ya diajak…
kalau begitu anda orang yang kurang cermat, karena saya juga pernah diundang, dan ketika saya menolak mereka terus menerus memaksa , bayangkan saja dari jam 7 sampai 11.30malam.ketika saya mau pulang, jam 10.30 mereka tidak memberikan voucernya, dengan alasan masih diregisterasi, kalau tidak ktp saya ditahan, sudah saya tinggal pulang,
karena mereka memutar balikan promosi akhirnya saya pusing dan bingung juga, akhitrny saya membeli juga paket liburannya.
setelah saya sampai rumah, esoknya saya hitung lagi, ternyata ada biaya maintenance yang 1 tahunnya 1 juta, jadi 20 tahun 20 juta mereka tidak pernah singgung2 . Jadi setelah saya kalkulasi semua, harga yang mereka tawarkan tidak lebih murah, melainkan sama saja. jadi buat apa kita beli paket liburan diatas 40juta ?? esoknya saya cancel, dippotong 1,5 juta. saya sih iklas saja nyumbang 1,5jt ke penipu macam klub bali.
bagi yang ingin datang ke sono silahkan saja, pesan saya jangan pernah bawa duit banyak, dan kartu kredit atau ATM, Anda pasti selamat
Clubbali:
- Besar biaya maintenance tidak disinggung dalam presentasi. Jumlahnya amat sangat signifikan dan selalu bertambah setiap tahun! Umumnya calon konsumen tidak menyadarinya
- Fasilitas ataupun sekedar diskon ternyata ditolak oleh banyak hotel/resor/toko, padahal ada dalam list kerjasama terbaru (Apakah list tidak up-to-date?)
- Kalau dihitung, sudah pasti konsumen merugi. Karena harus bayar lunas dimuka (tunai/kredit) untuk segala fasilitas yang tidak bisa langsung dipakai sekaligus.
- Kalau dihitung total semua biaya yang sudah dibayar, ternyata lebih murah kita datangi hotel/resornya langsung.
- Masih ada yang berminat???
Yah, memang menjengkelkan, di jaman susah, ada saja yang buat orang susah. Yang merasa dirugikan, cobalah lihat undang-undang perlindungan konsumen http://www.mediakonsumen.com, siapa tahu dari sekian banyak yang membaca punya cara untuk menghilangkan para pengusaha yang yang merugikan masyarakat.
saya sudah terlanjur ikut program 3 tahun karena seakan-akan digendam. sudah berjalan 1 tahun. tiap kali reservasi selalu fullbook walaupun jauh hari sebelumnya dan jika adapun selalu point saya tidak cukup. jadi jika kita hitung tarip hotel seharusnya Rp 300.000,-/malam tapi jika dibandingkan dengan point yang kita bayar sebanding dengan tarip Rp 800.000,-/malam. hari ini lebih kecewa lagi. 3 minggu sebelumnya saya sudah booking dan diberi surat konfirmasi via fax ok. tinggal 2 hari mau berangkat saya konfirm ke hotelnya ternyata nama saya tidak tercatat di sana. saya tanya ke Club Bali kata pegawainya dia salah lihat konfirmasi dr hotel bahwa sudah full booked pdhal saya sudah beli tiket ke tujuan.saat saya kirim komentar ini masih dalam proses menunggu penyelesaian dan telepon masih dioper sana sini dan dikasih musik dibiarkan. apa ada teman senasib yang mau membantu saya menyelesaikan kesulitan saya atau dimana saya harus mengadu. terima kasih atas bantuannya.
Saya mempunyai pengalaman yang sama, kemungkinan hipnotis. Saya merasa sadar setelah di rumah dan langsung menutup kartu kredit. Uang saya malah tidak bisa kembali lantaran telah menandatangani surat perjanjian. Saat ini saya terlibat hutang kartu kredit, entah harus bagaimana.
club bali memang keterlaluan ,jelas nipu saya juga menyesal ikut jadi member masalahnya sama bayar iuran tahunannya tidak diinformasikan pada saat menggait member ,kalo dihitung-hitung memang rugi ,kepada yang belon kejerat ” batalin aja ” !
Banyak cara orang/perusahan menjual barang/jasa kepada konsumen. Tinggal bagaimana konsumen itu tertarik utk membeli. Konsumen diminta utk lebih jeli/teliti atas apa yg mereka beli. jangan beli kucing dlm karung.
Clubbali punya cara sendiri utk menjual jasa hotelnya. Kalau Anda kurang info yg lengkap dpt terjerumus pada asumsi pribadi yg salah.
Hal yg menyangkut “PENIPUAN” yg dilakukan clubbali, itu TIDAK BENAR.
Jika Anda tidak ingin ikut cara membership, Anda dapat memakai akomodasi dan fasilitasnya dengan cara NON MEMBER.
Hubungi saja : hotelsales@clubbali.com