Feb
Musibah di pagi hari
Filed Under (Catatan Perjalanan, Personal) by godzalli on 28-02-2006
Tagged Under : Catatan Perjalanan, kecelakaan, motor, musibah, Personal
Kemarin pagi beberapa saat setelah saya mengantar nyonyah ke BP-MIGAS di gedung Patra Jasa di Jl. Gatot Soebroto, saya mendapat kecelakaan yang menyebabkan jari kelingking kanan saya retak.
Setelah istri saya memasuki lobi, saya yang akan melanjutkan perjalanan mulai berjalan dengan pelan. Kemudian dari arah kanan datang sebuah taksi yang langsung mengambil jalur saya untuk menurunkan penumpangnya di lobi yang sama. Otomatis saat itu saya mengambil sisi kanan dari taksi tersebut. Di saat bersisian, tiba-tiba saya merasakan motor saya tersentak, miring ke arah kanan dan langsung terjatuh.
Setelah bangun dan mendirikan motor, saya melihat pintu kanan belakang taksi yang terbuka, didalamnya seorang bapak yang sudah beruban menatap dengan pandangan terkejut, pandangan yang sama seperti yang diperlihatkan oleh supir taksi. Penumpang itu lalu bergegas menghampiri dan menanyakan keadaan saya sambil meminta maaf dan mengakui bahwa kecelakaan itu adalah kesalahan dia karena dia membuka pintu kanan dan membukanya tanpa melihat keadaan terlebih dahulu.
Setelah memeriksa kondisi sendiri dan menerima permintaan maafnya (kasihan bapak itu sudah tua dan mukanya memerah, kuatir juga kalau tiba-tiba bapak itu jatuh sakit) melanjutkan perjalanan. Namun sesampainya di daerah Hero Gatot Soebroto, mendadak jari kelingking kanan saya terasa sakit sekali. Sempat berhenti di parkiran belakang Hero, menghubungi kantor dan rumah sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah Halim. Perjalanan akhirnya diteruskan dengan kondisi tidak nyaman. Sesampai di Halim, segera periksa dulu ke Rumah Sakit Pusdikkes untuk di röntgen, ternyata kelingking kanan saya retak.
Ini adalah kecelakaan motor saya yang pertama sejak beberapa tahun silam. Sejak mulai mengendarai sepeda motor tahun 1992, alhamdulillah baru merasakan 3 kali kecelakaan termasuk yang sekarang. Kecelakaan pertama terjadi di tahun 1993 ketika saya yang sedang membonceng “terbang” dari motor yang menabrak trotoar di Jl. Kalisari, Cijantung sepulang dari sekolah. Saya mencium pot bunga dan mendapat kenang-kenangan berupa dagu yang bocor, sementara teman saya luka-luka mencium tanah. Kecelakaan kedua terjadi di tahun 1999 ketika saya dan teman terjatuh di daerah Pinang Ranti. Beruntung ketika itu kita hanya mendapat luka ringan. Semoga kecelakaan kemarin itu adalah kecelakaan terakhir yang saya alami.
Tadinya saya mau menulis kejadian ini kemarin malam (dasar blogger!â„¢), cuma berhubung kondisi tangan yang masih sakit saya baru menuliskannya sekarang.
meringis
