Kemarin pagi beberapa saat setelah saya mengantar nyonyah ke BP-MIGAS di gedung Patra Jasa di Jl. Gatot Soebroto, saya mendapat kecelakaan yang menyebabkan jari kelingking kanan saya retak.

Setelah istri saya memasuki lobi, saya yang akan melanjutkan perjalanan mulai berjalan dengan pelan. Kemudian dari arah kanan datang sebuah taksi yang langsung mengambil jalur saya untuk menurunkan penumpangnya di lobi yang sama. Otomatis saat itu saya mengambil sisi kanan dari taksi tersebut. Di saat bersisian, tiba-tiba saya merasakan motor saya tersentak, miring ke arah kanan dan langsung terjatuh.

Setelah bangun dan mendirikan motor, saya melihat pintu kanan belakang taksi yang terbuka, didalamnya seorang bapak yang sudah beruban menatap dengan pandangan terkejut, pandangan yang sama seperti yang diperlihatkan oleh supir taksi. Penumpang itu lalu bergegas menghampiri dan menanyakan keadaan saya sambil meminta maaf dan mengakui bahwa kecelakaan itu adalah kesalahan dia karena dia membuka pintu kanan dan membukanya tanpa melihat keadaan terlebih dahulu.

Setelah memeriksa kondisi sendiri dan menerima permintaan maafnya (kasihan bapak itu sudah tua dan mukanya memerah, kuatir juga kalau tiba-tiba bapak itu jatuh sakit) melanjutkan perjalanan. Namun sesampainya di daerah Hero Gatot Soebroto, mendadak jari kelingking kanan saya terasa sakit sekali. Sempat berhenti di parkiran belakang Hero, menghubungi kantor dan rumah sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah Halim. Perjalanan akhirnya diteruskan dengan kondisi tidak nyaman. Sesampai di Halim, segera periksa dulu ke Rumah Sakit Pusdikkes untuk di röntgen, ternyata kelingking kanan saya retak.

Ini adalah kecelakaan motor saya yang pertama sejak beberapa tahun silam. Sejak mulai mengendarai sepeda motor tahun 1992, alhamdulillah baru merasakan 3 kali kecelakaan termasuk yang sekarang. Kecelakaan pertama terjadi di tahun 1993 ketika saya yang sedang membonceng “terbang” dari motor yang menabrak trotoar di Jl. Kalisari, Cijantung sepulang dari sekolah. Saya mencium pot bunga dan mendapat kenang-kenangan berupa dagu yang bocor, sementara teman saya luka-luka mencium tanah. Kecelakaan kedua terjadi di tahun 1999 ketika saya dan teman terjatuh di daerah Pinang Ranti. Beruntung ketika itu kita hanya mendapat luka ringan. Semoga kecelakaan kemarin itu adalah kecelakaan terakhir yang saya alami.

Tadinya saya mau menulis kejadian ini kemarin malam (dasar blogger!â„¢), cuma berhubung kondisi tangan yang masih sakit saya baru menuliskannya sekarang.

meringis

Selesai makan pagi, kami berpamitan kepada keluarga Pak Lik untuk kemudian menuju kota Surabaya menemui teman-teman nyonyah semasa bersekolah dasar disana. Perjalanan dilakukan dengan menumpang taksi melalui tol menuju daerah stasiun Pasar Turi.

Setelah bertemu dengan teman-teman nyonyah termasuk mengunjungi teman yang baru beberapa hari melahirkan, kami menuju pasar Genteng dengan becak untuk membeli beberapa oleh-oleh. Sepanjang jalan menuju pasar, hujan turun dengan derasnya dan terus berlanjut sampai kami menumpang taksi menuju Bandara Juanda untuk pulang ke Jakarta dengan pesawat pukul 6 sore.

Alhamdulillah kami selamat tiba di Jakarta. Liburan dan cuti sudah berakhir. Mulai besok kami akan kembali lagi ke rutinitas sehari-hari. Sayang waktu liburan yang sempit ini membuat keinginan saya untuk kopdar dengan gajah-gajah surabaya tidak terwujud. Mungkin suatu saat nanti ya bila ada kesempatan…

Hari ini hari minggu, saatnya istirahat untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Setelah berenang di kolam renang pusat kota Mojokerto, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi obyek wisata yang terletak di sekitar Mojokerto seperti Candi Bajang Ratu yang terbuat dari bata merah, Candi Tikus (dinamakan candi tikus karena sewaktu ditemukan, dihuni oleh ribuan tikus) dan Kolam Segaran.

Usai berwisata, kami menuju sebuah restoran di pinggir jalan Mojokerto-Bangsal untuk makan siang dengan lauk ikan bawal goreng, sayur asem, tempe goreng, nasi pulen hangat dan sambal yang lezat. Kemudian kami pun pulang untuk berkemas dan bersiap-siap.

Seusai sholat maghrib, keluarga kecil akan diantar menuju rumah Pak Lik di daerah Waru, Sidoarjo untuk bermalam disana. Selamat tinggal Mojokerto, terima kasih kepada keluarga kakak yang bersedia menampung dan mengantar kami jalan-jalan mengisi liburan, juga untuk koneksi internetnya :) Mudah-mudahan akan ada waktu untuk kembali mengunjungi Mojokerto lagi.

Yap ini sudah hari ketiga liburan di Jawa Timur. Cuti tinggal sedikit lagi, jadi setiap kesempatan yang ada harus dipergunakan dengan semaksimal mungkin agar semua lokasi tujuan yang diinginkan bisa terkunjungi.

Setelah sarapan dan berenang, kami segera membereskan seluruh barang bawaan dan menunggu jemputan kakak yang akan membawa kami berkeliling tujuan wisata di sekitar sini. Tinggal menunggu dan menunggu… Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang ketika mobil kakak saya memasuki halaman cottage. Keterlambatan ini terjadi karena kakak ipar saya baru bisa meninggalkan kantornya menjelang siang. Hmmm tak apalah. Yang penting tetap bisa jalan-jalan.

Tujuannya adalah Taman Safari Prigen. Karena jalur tersingkat tidak bisa dilalui karena sedang ada tanah longsor, maka perjalanan mengambil rute melalui rumah-sakit-seperti-sanatorium-entah-apa-namanya-lupa terus menuju daerah Trawas. Jalannya sangat sempit, berkelok-kelok dan naik turun dengan curam.

Sesampainya di daerah Trawas, mampir dahulu untuk makan siang di deretan warung makan di depan gerbang Hotel Grand Trawas. Selesai menyantap makan siang di warung Pak Thoyib (Sekarang saya baru tau kenapa Bang Thoyib sudah tidak pulang-pulang selama tiga kali puasa tiga kali lebaran. Ternyata beliau mencari nafkah dengan berdagang makanan dan minuman di Trawas. Pulang bang… dicariin anak istri tuh sampai dijadiin lagu :P;), perjalanan di lanjutkan kembali. Obyek wisata pertama yang dikunjungi adalah Candi Jawi yang terletak di pinggir jalan raya Trawas-Prigen. Cuaca makin mendung dan mulai berubah menjadi gerimis kecil.

Meskipun situasi sudah tidak mendukung untuk terus ke Prigen karena cuaca dan waktu, tetapi perjalanan tetap harus diteruskan. Hal ini dilakukan karena bila perjalanan kali ini dibatalkan dan pulang ke Mojokerto, entah kapan lagi kami bisa berkunjung ke sana. Menjelang lokasi Taman Safari, hujan bertambah deras. Tidak ada mobil yang menuju ke atas, sebaliknya semua mobil yang kami temui justru turun ke arah bawah (ke jalan raya Surabaya-Malang). “Tanggung” kata kakak ipar saya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika kami sampai ke lokasi. Hujan mulai mereda ketika kami mulai berkeliling melihat satwa-satwa yang ada. Sepertinya satwa di Prigen ini berukuran tubuh lebih besar dibandingkan dengan di Cisarua. Disaat kami terhalang oleh kerumunan zebra di tengah jalan, tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul 2 ekor badak yang berlari dan hampir menabrak mobil kami. Beruntung ketika badak yang pertama hampir menabrak sudut bumper depan mobil, binatang itu berbelok sedikit sehingga tak terjadi benturan antara badak lawan kijang.

Sesampai di tempat parkir, suasana sudah sangat sepi. Sarana rekreasi juga sudah sepi tanpa ada petugasnya. Yang masih ada orang hanyalah deretan tempat makan dan toko souvenir. Akhirnya kami berjalan-jalan ke arah baby zoo dan wild west station. Sayang, kami tidak sempat mencoba satupun sarana disana dan hanya mengambil beberapa skrinsyut we-were-here-style.

Pagi hari dilalui dengan membantu kakak memembersihkan dan mengisi air kolam yang baru jadi. Kegiatan ini tentu saja dilalui dengan beberapa skrinsyut narsis :P :d dan menjaga Naufal yang ikut bermain air di kolam.

Setelah selesai mengisi air kolam, membersihkan badan dan memandikan Naufal, akhirnya diputuskan bahwa siang ini, liburan akan diteruskan dengan menginap di hotel Sativa di daerah Pacet. Keputusan ini diambil setelah mendengar rekomendasi kakak yang pernah tinggal di daerah Pacet dan sudah beberapa kali menginap disana. Rencananya besok siang keluarga kecil akan dijemput kakak dan diajak berkeliling daerah sekitar.

Sekitar jam 10 siang, kami bertiga berangkat dengan menggunakan becak dari rumah kakak di daerah Sooko sampai terminal Mojokerto, dilanjutkan dengan naik angkot sampai Mojosari dan naik angkot lagi jurusan Pacet. Sesampai di hotel, kami memesan cottage dan bukan kamar agar lebih bebas dan nyaman. Setelah beristirahat, sore hari dilalui dengan berjalan-jalan menyusuri hotel, mengunjungi view point yang ada di bagian belakang dan mencoba kolam renang.

Besok? ya mudah-mudahan saja keinginan untuk mengunjungi Taman Safari Prigen bisa terwujud. Sekarang saatnya untuk beristirahat dulu…

Next Page →