Ya… pintu itu kini telah terbuka dengan sempurna. Pintu yang hanya bisa dikendalikan oleh perasaan, yang menentukan apakah terbuka sedikit atau terbuka lebih lebar. Sudah sejak lama pintu itu membuka baik sedikit demi sedikit ataupun lebih lebar.

Cahaya dari luar makin menyeruak memancarkan cerah dengan warna warni kelopak bunga mekar yang beraneka warna, rumput halus hijau menutupi lapisan teratas kerak bumi, langit jernih biru, dan aroma segar angin yang berhembus bebas melambai membuai jiwa yang selama ini tertahan untuk keluar menyambut kebebasan. Membangkitkan gairah jiwa terkungkung untuk menyambut tahap kehidupan baru.

Kontras suasana dalam ruangan tanpa jendela dan lampu yang dengan anehnya semakin menyempit, mengurung ruang gerak, menghimpit sesak segala perasaan dan keinginan. Tanpa udara, lembab, pengap mematikan segala gejolak hidup yang terperangkap.

Kini pintu itu telah terbuka dengan sempurna. Akankah sang jiwa mampu meraih salah satu bunga indah dan mereguk sari kenikmatan yang dimilikinya?