Waterworld: Evakuasi

Filed Under (Bencana Alam, Catatan Perjalanan) by godzalli on 03-02-2007

Tagged Under : , , , , ,

Seperti yang telah saya tuliskan di postingan kemarin, rumah kakak saya yang terletak di Makasar, terendam banjir sampai setinggi lebih dari 3 meter dengan keluarga kakak yang terdiri dari suami istri dan 3 orang anak terjebak di rumahnya. Koordinasi dengan rumah Ibu yang juga terletak di Makasar sulit dilakukan karena mulai sulitnya komunikasi.

Informasi yang didapat dari kakak saya, tim SAR kesulitan untuk menjangkau daerah itu karena terletak di gang selebar dua setengah meter yang sulit untuk dimasuki perahu karet. Arus yang melewati gang depan rumah pun deras sekali. Kami pun memutuskan bahwa evakuasi harus dilakukan. Karena kami semua khawatir akan keselamatan keluarga kakak terutama kepada keselamatan ketiga orang keponakan. Juga karena logistik yang mereka punya terbatas dan akses bantuan pun sulit dilakukan. Dengan pertimbangan bahwa banjir masih besar, arus makin deras, maka evakuasi pun diputuskan akan dilakukan siang hari ini dengan mengharapkan surutnya air.

Selepas Dzuhur tadi, saya pun berangkat menuju rumah Ibu. Semula sempat ragu apakah saya bisa melewati Bidara Cina sebagai jalur terpendek ke sana. Akhirnya diputuskan untuk tetap mencoba. Bila ternyata tidak bisa lewat sana, maka rencana cadangan adalah memutar balik lewat Diponegoro, Kuningan dan MT. Haryono.

Alhamdulillah ternyata Bidara Cina tidak banjir, sehingga saya bisa melalui dan meneruskan dengan mengambil arah menuju Bandara. Selepas pemakaman umum di Kebon Pala, ternyata kali Cipinang telah meluap sampai ke Jl. Asri. Selain tahun 2002, saya belum pernah menjumpai luapan sampai ke jalan raya.

Dari rumah Ibu, Saya, Kakak dan Paman saya langsung pergi ke rumah kakak dengan membawa logistik berupa nasi dan lauk pauk. Sepanjang jalan, di beberapa tempat terlihat longsoran jalan yang tergerus oleh banjir. Jalan Squadron yang terletak di seberang pun kelihatan berlumpur sisa-sisa banjir yang meluap hingga menutup badan jalan pada malam hari.

Air mulai terlihat sejak dari Masjid Hasbi Al Bahri yang terletak ditepi Kali Ciliwung. Dari sini jelas terlihat bahwa banjir kali ini lebih dahsyat dibandingkan banjir tahun 2002 yang ketinggian maksimalnya hanya setinggi dagu.

Mendekati rumah kakak, air terasa semakin tinggi, dingin dan deras. Dengan berpegangan pada tambang-tambang yang ada, saya dan kakak berusaha menerobos arus yang sangat deras dan menghindari beberapa benda-benda yang terseret arus seperti kayu dan papan. Ide untuk berenang sama sekali tidak ada. Karena berenang hanya akan menghabiskan tenaga. Untuk menghadapi arus yang deras, akan jauh lebih baik untuk terus berjalan sambil berpegangan kepada apapun yang solid. Lagipula kami diuntungkan dengan air yang telah surut hingga sebatas dagu.

Akhirnya kami berhasil mengevakuasi kakak saya dan ketiga keponakan. Mereka kami evakuasi dengan cara menggendong mereka di atas bahu. Untungnya arus juga menuju ke arah Masjid sehingga kami hanya tinggal mengikuti saja. Adapun kakak ipar memutuskan untuk tetap bertahan dengan logistik bantuan yang kami bawa.

Setelah evakuasi selesai, kami baru menyadari rasa kelelahan yang mendera akibat empat kali evakuasi bolak balik ditambah dengan kurangnya olahraga selama ini :”>

Comments:

4 Responses to “Waterworld: Evakuasi”


  1. Awesome post,


  2. It is always a difficult situation to hang on,,,,


  3. Ide untuk berenang sama sekali tidak ada. Karena berenang hanya akan menghabiskan tenaga. Untuk menghadapi arus yang deras, akan jauh lebih baik untuk terus berjalan sambil berpegangan kepada apapun yang solid.


  4. It is always a difficult situation to hang on,,,,

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free