Meskipun berita dari koran dan televisi menyebutkan masih terdapat genangan di Jl. Yos Sudarso, saya memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. Saya pun mengikuti motor-motor yang memasuki gerbang tol Rawasari dan bermaksud untuk turun di pintu keluar Sunter.

Jalan tol sendiri sangat macet. Semua kendaraan merayap perlahan. Bahu jalan digunakan dua arah oleh motor. Saat itu sudah terbayang sebenarnya apa yang akan terjadi di pintu keluar Sunter, tetapi saya harus terus mencoba menuju ke sana.

Di jalan arteri di bawah, terlihat jelas air benar-benar menutupi jalan arteri By Pass dan perkantoran, restoran, kampus serta Rumah Sakit. Perempatan Coca Cola ke menuju arah Pasar Senin masih terendam. Sementara Posko banjir didirikan di sudut depan ITC Cempaka Mas. Genangan air juga terlihat bertambah dalam di jalan arteri menuju Tanjung Priok.

Sebelum pintu keluar, terlihat deretan truk yang parkir di bahu jalan. Setibanya di pintu keluar, banyak berjejer sepeda motor yang di parkir dan penuh dengan para karyawan yang tidak bisa melanjutkan ke kantor masing-masing. Pertigaan antara Graha Kirana dan SMR terendam air hingga sepinggang orang dewasa.

Di saat sedang parkir itulah muncul penjaga kunci kantor. Dia memberitahukan bahwa kondisi kantor gelap gulita karena ketiadaan aliran listrik dan komunikasi yang terputus. Setelah menerima sarannya untuk pulang, saya pun memutuskan untuk kembali naik ke jalan tol. Rencana saya adalah keluar jalan tol di tempat kering untuk kemudian memutuskan langkah selanjutnya.

Setibanya di percabangan, ternyata motor tidak diperbolehkan untuk mengambil turunan menuju Plumpang. Menurut petugas, genangan di bawah tidak memungkinkan untuk dilewati motor. Dengan demikian pilihan yang tersisa tinggal dua. Melawan arus dan kembali menuju Rawasari atau meneruskan menuju ke arah Ancol. Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih opsi yang kedua.

Genangan air masih terlihat di tikungan tol menuju Ancol untuk kemudian perlahan mendangkal dan menghilang menjelang rawa besar. Setelah melihat jalan raya Ancol dan rel kereta api yang kering dan tidak tergenang banjir, saya pun memutuskan untuk keluar di pintu keluar Ancol Pademangan, memutar balik dan kemabali masuk pintu tol untuk kembali menuju pintu keluar Pemuda Rawamangun.

Menjelang pintu keluar Plumpang, genangan mulai kembali terlihat. Depo Pertamina Plumpang dan Gedung Arsip Pertamina terendam dan terlihat antrean truk tangki di sana sini. Menuju daerah Kelapa Gading dan Kodamar, terlihat deretan mobil-mobil yang di parkir di bahu jalan tol oleh pemiliknya. Perumahan Kodamar juga masih terlihat terendam banjir. Air terlihat surut menjelang perempatan Coca Cola. Tetapi jalan yang menuju Pulogadung tampak sangat berantakan dan masih tertutup air.

Menuju daerah Rawasari, genangan air kembali terlihat dan menggenangi jalan arteri dan daerah sekitarnya seperti kantor Siemens. Menjelang pintu keluar Pemuda, petugas memberi tanda bahwa inilah batas bagi motor untuk memakai jalan tol. Dari pintu keluar ini, genangan air sudah tidak terlihat lagi dan jalan sudah kering sampai ke rumah.

Comments

Leave a Reply