Sekali lagi dunia transportasi kita - khususnya transportasi udara - mengalami musibah. Kali ini pesawat Garuda Indonesia terbakar saat mendarat di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Berita ini saya dengar pertama kali - stasiun televisinya lupa - sekitar pukul setengah delapan pagi. Ketika itu pembawa acaranya sedang berbincang dengan Bapak Mahfud, salah satu penumpang yang selamat.

Kaget mendengar berita tersebut, saya segera berusaha mencari tau dengan memindahkan channel ke stasiun televisi lain, sayangnya belum ada liputan visualnya. Akhirnya pukul setengah sembilan, liputan visual mulai terlihat di stasiun televisi. Ternyata Bapak Din Syamsuddin juga termasuk penumpang yang selamat.

Turut berduka cita atas musibah ini. Semoga KNKT segera bisa mencari penyebabnya agar mampu mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang. Kepada para korban, simpati yang sedalam-dalamnya, semoga segera diberikan kepulihan dan kesabaran.

UPDATE:

- 93 korban mengalami luka-luka dan satu orang penumpang perempuan meninggal dunia.

Comments

15 Responses to “Pesawat Garuda terbakar”

  1. cahyo on March 7th, 2007 11:31
  2. widada on March 9th, 2007 10:08

    Dengan adanya banyak kejadian bencana kita harus introspeksi diri, mungkin kita sudah mulai bangga dengan dosa.
    dengarkan kembali lantunan ebiet g ade
    please!!!!
    Makasih :(:(:d

  3. Roto Adi Maruto on March 9th, 2007 13:39

    Bagaimana mau berhenti musibah di bangsa kita ini, kalau petinggi-petinggi bangsa kita ini masih berlomba-lomba untuk korupsi.

  4. TONY on March 9th, 2007 15:24

    Pesawatnya yang jatuh, tapi harga tiket pesawatnya nggak pernah jatuh.jadi kalau mau pesawatnya nggak jatuh lagi tiketnya harus murah meriah kayak angkot. ayo coba

  5. lunacantieq on March 9th, 2007 16:40

    :)>-
    ada yang aneh di bumi indonesia
    aku rasa bagaimana kalo pemerrintah mengadakan hari pertobatan…………
    semua umat di indonesia jika yang beragama islam, sholat berjamaah untuk meminta maaf pada yang Maha Kuasa.
    yang beragama lain mengikuti………………bumi sudah terlalu tua:)

  6. mawarhusni on March 10th, 2007 20:30

    Mungkin kita selalu salah pilih..Harus bertobat dan memikirkan yang terbaik…Pada saat Aa’Gym kawin lagi..Kita ribut sampai iekcewa berat tapi pada saat Yahya & Eva bezina seperti tidak ada yang salah dengan perbuatan mereka..Ada apa dengan kita??:-?

  7. Junkerz side B on March 11th, 2007 18:42

    ikut berduka cita saja…+bantu doa saja
    ga bisa bantu secara langsung … :((

  8. ZULKIFLI on March 14th, 2007 12:06

    SEMOGA PARA PENUMPNG YG MENINGGAL DUNIA DITERIMA AMAL IBADAHNYA DAN MENDAPATKAN TEMPAT YANG LAYAK DISANA……….

  9. awieq on March 16th, 2007 21:10

    manusia lupa akan kodratnya sebagai manusia sehingga bencana selalu melanda bangsa yang dominan negeri muslim.:)

  10. awieq on March 16th, 2007 21:12

    manusia lupa akan kodratnya sebagai manusia sehingga bencana selalu melanda bangsa yang dominan negeri muslim.:):(

  11. awieq on March 16th, 2007 21:20

    Bencana akan selalu menghantui bangsa ini kenyataan membuktikan awal 2005 - 2007 bencana selalu menjadi teman yang setia bagi kita, pernah kita sadari mengapa kita harus menangung ini semua dan apa penyebabnya ?
    - lupa akan sang khalik dan brutal nya kemaksiatan yang terjadi dan dinyatakan secara jelas tanpa ada taubat dari mereka.SADAR:(:(:(

  12. Syaiful on March 29th, 2007 16:04

    mestinya perusahaan penerbangan introspeksi diri, bagaimana kinerjanya utk keselamatan penumpang, bkn hanya sekedar mencari uang saja

  13. awan on March 29th, 2007 17:54

    yang berwenang mengatur regulasinya juga harus tegas. dahulukan faktor keselamatan. buat standar keselamatan yang baik. hal itu juga harus diberlakukan untuk semua alat transportasi baik laut, darat maupun udara.

    untuk tetap mengusahakan harga tiket agar tidak melambung tinggi, hapus semua faktor-faktor penyebab yang lain.

    sekali lagi ini semua membutuhkan ketegasan dan komitmen dari seluruh pelaku transportasi dan pemerintah

  14. nurul ramdhani on April 8th, 2007 11:27

    di Indonesia banyak berbagai budaya, bisa disebut Indonesia kaya akan budaya,kita bangga akan itu, sehingga korupsi-pun menjadi salah satu budaya di Indonesia, apakah kita harus bangga??????

  15. dewi ekaresti on July 18th, 2007 16:27

    Dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun caranya, musibah bisa menimpa kita, kamu, mereka dan semua orang. Tapi, di negara kita musibah itu tidak juga diminamilisir dengan sistem manajemen yang baik. semua rongsokan yang negara lain buang, kita ambil dan kita gunakan di dalam negeri.

    Duh…malu rasanya..jika mengingat hal tersebut. Kecelakaan transportasi kali ini, kembali mengingatkan pemerintah untuk menuju pada perbaikan diri..(harusnya)..dan mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap apapun, dimanapun dan kapanpun.(:|:-w:-w

Leave a Reply