Bermula pada suatu hari di akhir tahun 1990 - ketika masih duduk di kelas tiga SMP - saya mulai menghisap rokok. Sepertinya asik juga melihat teman-teman sepermainan menghisap rokok dan meniupkan asapnya ke udara. Seiring dengan berjalannya waktu, saya justru semakin tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dan mencapai puncaknya pada saaat saya duduk di bangku kelas 3 SMA. Bermacam-macam merk rokok dicoba sampai akhirnya memilih untuk merokok Cigarillos (menurut situs ini, Cigarillos disebut sebagai rokok kretek pertama di dunia) dan Dji Sam Soe kretek. Untuk membeli rokok-rokok mahal ini (setidaknya mahal bagi saya), saya bahkan sampai rela mengumpulkan uang saku dan mengurangi jajan.

Kebiasaan ini mulai menurun sedikit demi sedikit ketika menginjak bangku kuliah meskipun belum bisa membuat saya berhenti. Dalam seminggu, saya sudah bisa menghisap hanya 2 batang rokok. Dan alhamdulillah, akhirnya setelah lulus dari bangku kuliah di tahun 1999, saya sudah bisa berhenti dari kebiasaan merokok meskipun belum bisa benar-benar berhenti. Rokok terakhir yang saya hisap adalah sebatang A Mild 5 bulan silam. 3 bulan sebelumnya juga sebatang A Mild.

Read more

Pertandingan final Liga Champions Eropa 2007 telah berakhir. Athena bukanlah Istanbul. Liverpool harus menerima kenyataan pahit usai mengalami kekalahan 1-2 dari AC Milan. Dua gol Filippo Inzaghi hanya mampu dibalas olehDirk Kuyt. Selamat buat AC Milan untuk gelar ketujuh. Kalian layak menjadi juara.

Meskipun kalah, pujian tetap harus diberikan kepada semua pemain, staf pelatih, staf Liverpool FC dan juga tak lupa kepada semua suporter setia yang telah memberikan segenap hati dan kemampuan yang dimiliki. Selain itu saya percaya bahwa Rafael Benitez telah meletakkan pondasi yang kuat di Liverpool. Semoga musim depan dan musim-musim selanjutnya akan memperoleh hasil yang lebih baik.

Hey hey jangan bersedih. Saya mulai menjadi fans Liverpool justru ketika Liverpool kalah dari Juventus 0-1 di final Piala Champions 1985 di Brussel (Tragedi Heysel yang ditayangkan di TVRI sudah terasa berat buat seorang anak 8 tahun). Kita coba lagi tahun depan ya… You’ll never walk alone…