Bermula pada suatu hari di akhir tahun 1990 – ketika masih duduk di kelas tiga SMP – saya mulai menghisap rokok. Sepertinya asik juga melihat teman-teman sepermainan menghisap rokok dan meniupkan asapnya ke udara. Seiring dengan berjalannya waktu, saya justru semakin tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dan mencapai puncaknya pada saaat saya duduk di bangku kelas 3 SMA. Bermacam-macam merk rokok dicoba sampai akhirnya memilih untuk merokok Cigarillos (menurut situs ini, Cigarillos disebut sebagai rokok kretek pertama di dunia) dan Dji Sam Soe kretek. Untuk membeli rokok-rokok mahal ini (setidaknya mahal bagi saya), saya bahkan sampai rela mengumpulkan uang saku dan mengurangi jajan.

Kebiasaan ini mulai menurun sedikit demi sedikit ketika menginjak bangku kuliah meskipun belum bisa membuat saya berhenti. Dalam seminggu, saya sudah bisa menghisap hanya 2 batang rokok. Dan alhamdulillah, akhirnya setelah lulus dari bangku kuliah di tahun 1999, saya sudah bisa berhenti dari kebiasaan merokok meskipun belum bisa benar-benar berhenti. Rokok terakhir yang saya hisap adalah sebatang A Mild 5 bulan silam. 3 bulan sebelumnya juga sebatang A Mild.

Meskipun saya pernah menjadi seorang perokok berat dan belum benar-benar berhenti sampai sekarang, tetapi sejak dulu saya berusaha keras untuk tidak merokok di fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, angkutan umum, tempat makan dan lain-lain. Hal ini berusaha saya hindari karena saya sadar bahwa tidak semua orang adalah perokok dan perokok pasif lebih rentan terhadap akibat buruk yang ditimbulkan oleh asap rokok yang mereka hirup dibandingkan dengan perokok aktif. Kegiatan merokok lebih sering di lakukan di kamar teman-teman sesama perokok, perkebunan milik keluarga di Cibinong, di udara terbuka sewaktu hiking dan naik gunung atau di pinggir rel kereta api samping kampus. Dan entah mengapa, saya juga benci dan tidak pernah merokok di toilet. Karena udaranya akan menjadi bau tembakau dan sumpek. Kasihan pada orang lain yang akan menggunakan toilet itu.

Hal yang menggembirakan saya adalah akhir-akhir ini sudah banyak pengelola fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, rumah makan dan perkantoran (termasuk gedung perkantoran tempat saya bekerja) yang melarang merokok di area publik dan menyediakan ruangan khusus untuk merokok). Semoga hal yang baik ini bisa diterapkan di seluruh fasilitas publik yang ada.

Berbekal kesadaran itu, maka saya memutuskan untuk menulis postingan ini untuk ikut mendukung dan memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada hari ini.

Kepada: pengelola tempat-tempat umum

Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.

Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.

Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.

Tertanda,

Awan Kusuma Wibawa

Yuk Berbagi: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Bloglines
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Slashdot
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • email

Comments

11 Responses to “Jangan merokok di tempat umum”

  1. devy on May 19th, 2009 16:11

    ehm…..nurut u apakah merokok itu dapat dihentikan????????cozx msih banyak orang-orang tuch masih merokok meskipun sudah ada larangan dari pemerintah,. :smile:

  2. hipnotis kayak romi rafael on July 8th, 2009 9:33

    merokok itu membunuh diri secara perlahan lahan

  3. tomy on July 24th, 2009 8:22

    menurut aku merokok bole2 j..
    tapi jangan di sembarang tempat.
    kan kasihan yang pasif dengan rokokk..
    niche post…

  4. Beasiswa on July 31st, 2009 10:14

    Yup!
    Bener banget tuhh..
    ;)

  5. generic viagra on September 23rd, 2009 6:52

    Agree! merokok itu membunuh diri secara perlahan lahan

  6. ardy on October 31st, 2009 10:06

    wah..
    sama donk kaya gue..
    sama persis malah..
    tapi gue ga suka rokok cigarilloz..
    coz,ga enak..
    rokok yang paling gue suka adalah super..
    :biggrin:

  7. ardy on October 31st, 2009 10:18

    i :heart: djarum super

  8. ardy on October 31st, 2009 10:20

    :ugly:

  9. money making on November 3rd, 2009 11:15

    itu sih tergantung kesadaran siperokok.

  10. kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang on November 3rd, 2009 11:45

    saya kalau merokok pasti di tempat pribadi,,,jangan di laporin ya :wub:

  11. indah on December 11th, 2009 10:11

    haahh,,,,aq gx ska asp rokok…klw d bis rsnya pngen muntah…
    bner bgt prokok d tmpt umumhrus d dnda.. :w00t: :w00t:

Leave a Reply




:alien: :angel: :angry: :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cwy: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :biggrin: :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :pouty: :sad: :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :smile: :tongue: :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: :wink: :wub: