Filed Under (Bencana Alam) by godzalli on 03-09-2009
Setelah Jakarta diguncang gempa kemarin, saya mencari-cari artikel cara penyelamatan saat gempa. Hal ini saya lakukan karena belum yakin dengan metode penyelamatan gempa di gedung bertingkat yang selama ini saya tau. Selama ini perhatian saya mendua antara turun menyelamatkan diri melalui pintu dan tangga darurat atau berlindung di bawah meja untuk menghindari tertimpa benda-benda yang jatuh.
Akhirnya ada seorang teman yang memberikan artikel terjemahan Tips penyelamatan saat gempa atau bisa juga dari sini. Setelah saya cek, artikel terjemahan ini dibuat sudah cukup lama yaitu tertanggal 31-05-2006. Cuma saya sengaja ingin berbagi disini untuk menghadapi kejadian yang mungkin akan datang lagi, dan saya harap semoga berguna untuk saya dan anda sekalian. Berikut ini isi dari artikel terjemahannya:
Filed Under (Bencana Alam) by godzalli on 11-09-2008
Beberapa menit yang lalu ketika sedang menonton sebuah acara di TPI, saya dikejutkan oleh berita tentang terjadinya gempa di daerah Halmahera, Maluku Utara. Yang membuat terkejut adalah adanya keterangan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami dan diharapkan untuk menyebarkan berita tersebut ke masyarakat.
Segera saya membuka situs BMG dan USGS dan berhasil mendapatkan informasinya. Menurut BMG, gempa yang terjadi sekitar pukul 9:00 WIT (atau sekitar pukul 7:00 WIB) dan berlokasi di 1.88° LU – 127.27° BT (sekitar barat laut Halmahera) tersebut berkekuatan 7.6 SR dan berkedalaman 10 KM sehingga berpotensi menimbulkan tsunami.
Filed Under (Bencana Alam, Ragam) by godzalli on 06-02-2007
Tadi iseng membaca berita Liputan 6 dan menemukan berita yang aneh tapi nyata. Benar-benar merupakan sebuah petuah bijak dari sang Menko Kesra Aburizal Bakrie. Jenis dagelan ajaib yang sudah lazim dan di lontarkan oleh para petinggi negeri aneh ini. Seperti juga ketika televisi menayangkan gambar pemimpin Jakarta yang sedang menelepon dengan memakai handphone di truk untuk meminta izin membuka pintu air Manggarai yang menuju ke arah Istana. Padahal sudah jelas, banjir adalah kondisi darurat dan air sudah semakin menggenangi rumah rakyat, pemilik negeri ini.
Sekedar info aja pak, kakak saya yang terkena musibah banjir tidak tersenyum sama sekali. Demikian juga suami dan ketiga anaknya. Saya dan keluarga juga tidak bisa tersenyum sama sekali karena memikirkan nasib beliau. Teman sekantor saya yang tinggal di Kodamar dan sedang mengungsi di rumah saudaranya juga tidak tersenyum pak. Kalau mengutip istilah Kampung Gajah: “Malu kamu, Malu!!!”
Meskipun berita dari koran dan televisi menyebutkan masih terdapat genangan di Jl. Yos Sudarso, saya memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. Saya pun mengikuti motor-motor yang memasuki gerbang tol Rawasari dan bermaksud untuk turun di pintu keluar Sunter.
Jalan tol sendiri sangat macet. Semua kendaraan merayap perlahan. Bahu jalan digunakan dua arah oleh motor. Saat itu sudah terbayang sebenarnya apa yang akan terjadi di pintu keluar Sunter, tetapi saya harus terus mencoba menuju ke sana.
Setelah mencermati berbagai berita baik lewat surat kabar, radio maupun bertanya kepada beberapa teman, hari ini saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor.