Apa yang biasanya kamu inginkan dalam perjalanan pulang dengan kendaraan umum setelah bekerja atau beraktifitas yang lain menuju rumah? kalo saya sih menginginkan adanya kesenangan :face: dan ketenangan :angel: . Entah tidur :sleeping: atau hanya menikmati pemandangan di jalan. Demikian juga yang saya harapkan tadi sore tatkala hendak pulang ke rumah. Cuaca Tambun dan Cibitung sepanjang hari begitu panas :cwy: . Tidak ada angin untuk sedikit menyejukkan badan. Harapan mendapatkan AC122 yang lumayan sejuk ternyata tidak kesampaian, hasilnya ya seperti biasa, lagi-lagi naik 9BC :pinch: .

Sedikit hiburan mulai terjadi. Jalan arteri menuju tol Cikampek tidak macet seperti biasanya. Sehingga meskipun bis beberapa kali menunggu penumpang, bis tetap cepat sampai di gerbang tol. Seperti biasa pula, pengamen jalanan memulai aktifitas membuka acara dengan sedikit kata pengantar :tongue: . Sempat melirik ke arah dua pengamen tersebut. :ermm: Wah sepertinya bakal monoton nih seperti tadi pagi dan hari-hari yang lalu. Kebayang lagi pengamen tadi pagi dengan lagu kebangsaan “…Kadangkala manusia lebih kejam dari binatang macan yang buas. Main sikat, main embat…” :wassat: . Ya sudahlah gak apa-apa. Otak juga sudah mulai memerintahkan mata untuk menutup diri. :sleeping:

Read more

Meskipun berita dari koran dan televisi menyebutkan masih terdapat genangan di Jl. Yos Sudarso, saya memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. Saya pun mengikuti motor-motor yang memasuki gerbang tol Rawasari dan bermaksud untuk turun di pintu keluar Sunter.

Jalan tol sendiri sangat macet. Semua kendaraan merayap perlahan. Bahu jalan digunakan dua arah oleh motor. Saat itu sudah terbayang sebenarnya apa yang akan terjadi di pintu keluar Sunter, tetapi saya harus terus mencoba menuju ke sana.
Read more

Setelah mencermati berbagai berita baik lewat surat kabar, radio maupun bertanya kepada beberapa teman, hari ini saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor.

Ketika pagi hari berjalan-jalan ke Pasar Palmeriam, saluran di dekat rumah tampak berwarna cokelat, mengalir deras dan tingginya sudah hampir mencapai bagian bawah jembatan.

Hal ini disebabkan karena dibukanya pintu air untuk membantu mengalirkan air sungai Ciliwung yang sedang meluap dahsyat di sebelah timur Matraman.

Read more

Seperti yang telah saya tuliskan di postingan kemarin, rumah kakak saya yang terletak di Makasar, terendam banjir sampai setinggi lebih dari 3 meter dengan keluarga kakak yang terdiri dari suami istri dan 3 orang anak terjebak di rumahnya. Koordinasi dengan rumah Ibu yang juga terletak di Makasar sulit dilakukan karena mulai sulitnya komunikasi.

Informasi yang didapat dari kakak saya, tim SAR kesulitan untuk menjangkau daerah itu karena terletak di gang selebar dua setengah meter yang sulit untuk dimasuki perahu karet. Arus yang melewati gang depan rumah pun deras sekali. Kami pun memutuskan bahwa evakuasi harus dilakukan. Karena kami semua khawatir akan keselamatan keluarga kakak terutama kepada keselamatan ketiga orang keponakan. Juga karena logistik yang mereka punya terbatas dan akses bantuan pun sulit dilakukan. Dengan pertimbangan bahwa banjir masih besar, arus makin deras, maka evakuasi pun diputuskan akan dilakukan siang hari ini dengan mengharapkan surutnya air.
Read more

Next Page →