May
24
You’ll never walk alone
Filed Under Olahraga | 10 Comments
Pertandingan final Liga Champions Eropa 2007 telah berakhir. Athena bukanlah Istanbul. Liverpool harus menerima kenyataan pahit usai mengalami kekalahan 1-2 dari AC Milan. Dua gol Filippo Inzaghi hanya mampu dibalas olehDirk Kuyt. Selamat buat AC Milan untuk gelar ketujuh. Kalian layak menjadi juara.
Meskipun kalah, pujian tetap harus diberikan kepada semua pemain, staf pelatih, staf Liverpool FC dan juga tak lupa kepada semua suporter setia yang telah memberikan segenap hati dan kemampuan yang dimiliki. Selain itu saya percaya bahwa Rafael Benitez telah meletakkan pondasi yang kuat di Liverpool. Semoga musim depan dan musim-musim selanjutnya akan memperoleh hasil yang lebih baik.
Hey hey jangan bersedih. Saya mulai menjadi fans Liverpool justru ketika Liverpool kalah dari Juventus 0-1 di final Piala Champions 1985 di Brussel (Tragedi Heysel yang ditayangkan di TVRI sudah terasa berat buat seorang anak 8 tahun). Kita coba lagi tahun depan ya… You’ll never walk alone…
May
26
Champion! Champion!
Filed Under Olahraga | 6 Comments
Partai final Liga Champions Eropa 2005 yang dramatis berakhir manis bagi Liverpool. Terbukti sebuah tim yang tidak diunggulkan mampu menjadi pemenang melalui semangat juang, kerja keras dan mental juara yang tinggi.
Berakhir sudah penantian selama 21 tahun di pentas Champions Eropa sejak mereka menundukkan AS Roma di final (4-2 adu penalti, 1-1 120 menit) tahun 1984 di stadion Olimpico, Roma, Italia. Kekalahan 0-1 dari Juventus setahun kemudian dan hukuman berupa larangan kepada semua klub Inggris untuk berkiprah di pentas Eropa apapun selama 5 tahun (6 tahun untuk Liverpool) sebagai dampak Tragedi Heysel seolah menenggelamkan nama Liverpool di Eropa. Kebangkitan yang dimulai tahun 2001 ketika mereka merebut treble winners dengan menjadi juara Piala Liga Inggris, Piala FA dan tentu saja Piala UEFA dan Piala Super Eropa di pentas Eropa diteruskan tahun ini.
Sempat ketinggalan 0-3 di babak pertama lewat gol Paolo Maldini dan 2 gol Hernan Crespo, mampu disamakan menjadi 3-3 oleh gol-gol dari kapten Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso hanya dalam selang waktu 6 menit di babak kedua. Dongeng itu pun terus berlanjut dengan puncaknya terjadi di babak adu penalti ketika mereka menang 3-2. Kegagalan eksekusi penalti pertama dan kedua AC Milan lewat Serginho dan Andrea Pirlo seolah menyalakan sinyal kemenangan bagi Liverpool apalagi dua eksekutor pertama mereka yaitu Dietmar Hamann dan Djibril Cisse sukses. Meskipun Jon Dahl Tomasson dan Kaka berhasil sedangkan John Arne Riise gagal, tetapi keberhasilan Vladimir Smicer dan kegagalan Andriy Shevchenko menuntaskan penantian itu. Liverpool berhasil menjadi raja Eropa tahun ini.
Pujian patut diberikan kepada semua elemen. Pelatih Rafael Benitez yang mampu meramu sebuah tim underdog menjadi pemenang, staf dan asisten pelatih, para pemain yang bermental hebat, berdeterminasi dan semangat juang tinggi, kapten yang luar biasa, kiper yang luar biasa, pendukung yang hadir di stadion dan fans seluruh dunia. You’ll never walk alone!
Ironisnya kemenangan ini tidak serta merta meloloskan Liverpool ke Liga Champions Eropa tahun depan, karena prestasi The Reds di Liga Premier Inggris hanya mampu berada di urutan ke lima dibawah empat klub teratas penerima jatah lolos ke Liga Champions tersebut yaitu Chelsea, Arsenal, Manchester United dan Everton. Jatah Liverpool yang pasti adalah ke Piala UEFA. Jadi atau tidaknya Liverpool ke Liga Champions sangat ditentukan dari diterima atau tidaknya proposal ke UEFA.
Bagaimanapun juga, selamat untuk Liverpool yang telah menuntaskan dengan manis cerita dari negeri dongeng pada perhelatan Liga Champions Eropa ke-50 serta merengkuh tropi ke-5 dan selamat untuk AC Milan yang bermain luar biasa dan bisa mengontrol jalannya pertandingan hanya sayang kurang beruntung. You’ll Never Walk Alone!
May
25
You’ll Never Walk Alone
Filed Under Olahraga | 3 Comments

Dinihari nanti, Liverpool akan ditantang oleh AC Milan di babak final Liga Champions Eropa di stadion Atatürk, Istanbul, Turki. Final pertama bagi Liverpool sejak tragedi Heysel yang kelam di tahun 1985.
Banyak yang menyangsikan kemampuan mereka di ajang ini, apalagi melihat perjalanan di Liga Premier Inggris yang tersendat-sendat dengan hanya menempati posisi ke-5 di klasemen akhir. Banyak yang bilang bahwa sukses Liverpool melaju hingga ke babak final adalah karena kejutan. Kejutan? Tidak. Itu adalah kerja keras. Setelah menghantam Bayer Leverkusen di 16 besar, langkah Liverpool kemudian membalikkan segala ramalan. Juventus di perempat final dan Chelsea di semifinal dapat dikalahkan.
Memang harus diakui bahwa Liverpool sekarang belum bisa seperti Liverpool di masa sebelum 1985 sebagai raja Eropa dengan menjuarai Piala Champions Eropa sebanyak 4 kali dan juara Piala UEFA sebanyak 3 kali. Tetapi dengan hadirnya pelatih hebat Rafael Benitez yang berhasil membawa Valencia menjadi juara piala UEFA pada musim lalu dan pemain-pemain bertalenta tinggi, Liverpool bisa berharap banyak kembali ke masa kejayaannya dimulai dengan menjuarai Liga Champions Eropa dini hari nanti.
Ayo… jadilah juara Champions Eropa untuk ke-5 kalinya. You’ll Never Walk Alone!
Apr
5
Si Merah yang menang
Filed Under Olahraga | Leave a Comment
Pertandingan dini hari tadi antara Liverpool dan Juventus berakhir dengan kemenangan Liverpool 2-1. Puas rasanya menyaksikan dua tim kesayangan saling berlaga di lapangan. Sungguh pertandingan yang menarik untuk ditonton.
Liverpool yang tidak diunggulkan langsung menekan sejak peluit pertama dimulai. Sampai akhirnya mereka unggul 2-0 di babak pertama lewat Sami Hyypia dan gol spektakuler Luis Garcia. Namun di babak kedua, permainan Juventus membaik dan bisa memperkecil kedudukan menjadi 2-1 melalui sundulan Fabio Cannavaro. Ah… sayang terjadinya gol itu lebih disebabkan oleh kurangnya antisipasi kiper ketiga Liverpool Scott Carson. Meski demikian,Carson juga melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tendangan jarak dekat Alessandro del Piero di babak pertama. Wah… Liverpool punya kiper bertalenta yang menjanjikan nih mengingat usianya juga baru 19 tahun.
Dengan demikian, di pertemuan kedua di Delle Alpi, Juventus hanya membutuhkan kemenangan 1-0 saja untuk bisa melangkah ke babak semifinal. Yang pasti, pertemuan kedua inipun sangat layak untuk ditunggu.
Apr
5
Kalau keduanya harus bertemu…
Filed Under Olahraga | Leave a Comment
Nanti malam, Liga Champions Eropa akan memasuki babak perempat final. Satu pertempuran yang akan menarik adalah partai antara Liverpool melawan Juventus di Anfield. Dua tim yang terakhir bertemu di babak final kejuaraan yang sama di tahun 1985 di Heysel, Belgia. Laga yang dimenangkan Juventus dengan skor 1-0 itu didahului oleh meninggalnya 39 supporter yang sebagian besar merupakan pendukung Juventus.
Well, pendukung kedua kubu sudah melakukan langkah-langkah simpatik dan berkeinginan untuk melupakan kenangan pahit 20 tahun yang lalu. Seperti pendukung Liverpool yang akan memberikan brosur untuk pendukung Juventus berupa tulisan “We’re sorry, You’ll never walk alone” dengan latar belakang foto Ian Rush.
Saya sendiri sebenarnya menyayangkan partai yang akan digelar ini karena kedua klub ini adalah klub favorit saya di Eropa. Masygul karena undian mengharuskan mereka bertemu bukan di saat terakhir meskipun kekuatan Liverpool saat ini hanya membuat mereka menyandang predikat kuda hitam dan Juventus yang tentu saja lebih diunggulkan.
Mungkin saya akan pulang cepat dan istirahat lebih awal agar bisa menyaksikan pertandingan ini di RCTI. Yang jelas walaupun bingung akan lebih memilih siapa, pertandingan ini tidak layak untuk dilewatkan begitu saja.