Tidak terasa bulan Ramadhan telah menjelang. Menyambut datangnya bulan suci ini, kami sekeluarga memohon dibukakan pintu maaf dan keikhlasan yang sebesar-besarnya lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekhilafan kami, baik yang di sengaja ataupun yang tidak, yang tersirat ataupun yang tidak. Semoga kita semua memasuki bulan Ramadhan dengan perasaan tenang, ikhlas dan teduh.

Selamat menunaikan ibadah di bulan mulia yang penuh rahmah, berkah dan ampunan ini. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita dan melipat-gandakan pahalanya. Semoga kita semua menjadi pemenang dalam peperangan melawan hawa nafsu ini dan kembali fitrah :)

Aamiin…

Awan - Dian - Naufal

1 Juli 2004 sekitar pukul empat sore:

Saya yang sedang berada di kantor di daerah Menteng Dalam menerima telepon dari rumah yang mengabarkan bahwa istri akan dibawa ke RSIA Evasari.

1 Juli 2004 sekitar pukul setengah enam sore:

Sesampainya di rumah, langsung membawa istri dan perlengkapan yang diperlukan ke Evasari dan segera mengurus administrasi.

Read more

Siang tadi pukul 11:25 selepas gerbang tol Jatibening dalam perjalanan menuju Cikarang, HP berdering. Telepon dari nyonyah rupanya…

Nyonyah: “Assalamu’alaikum, aa’ cepat pulang ya… sekarang”
Saya: “Wa’alaikum salam. Lho ada apa?”
Nyonyah: “Pokoknya cepat pulang”

Mendadak perasaan menjadi tidak enak. Teringat kondisi bapak mertua yang sudah sebulan sakit dan hanya berbaring di tempat tidur. Segera menelepon ke rumah dan ternyata perasaan tidak enak itu berubah menjadi kenyataan

Ibu mertua: “Bapak meninggal Wan, cepat pulang”
Saya: Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun

Segera saya meminta teman untuk menurunkan saya di pintu gerbang tol Bekasi Barat, naik ojek ke lampu merah cakung tol untuk mengambil motor yang ditinggal di sana dan memacunya pulang.

Setelah membaca surat Yaasin, dan menunggu sanak saudara sampai jam 2 siang, jenazah pun dimandikan dan dikafankan. Setelah sholat Ashar, jenazah bapak mertua pun di sholatkan dan di kuburkan di pekuburan Kober belakang Rumah Sakit Mitra Jatinegara.
Read more

Apa yang diharapkan seorang manusia dalam menjalani hidupnya? Jawaban setiap orang tentu berbeda-beda. Bagi saya sendiri, pengharapan saya yang terbesar adalah menjadi makhluk yang bisa senantiasa dekat dengan Sang Pencipta. Selalu berusaha menunaikan ibadah dengan baik dan berharap agar diberikan keselamatan dunia dan akhirat.

Lalu apa pengharapan saya sebagai seorang manusia dalam hubungan antar manusia? Menjadi manusia yang lebih baik dan lebih berguna. Baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun bagi yang lain. Pengharapan saya mungkin adalah bentuk pengharapan yang sangat umum yang juga diinginkan oleh orang lain. Tidak apa. Karena saya percaya bahwa hidup adalah proses perbaikan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih berguna.
Read more

Menjelang keberangkatan ke kantor, rutinitas berlangsung seperti biasa. Sarapan, bercanda dengan Naufal dan memanaskan motor Honda NSR varian SupraX 125cc.

Setelah membaca doa dan ayat kursi seperti biasa, perjalanan pun dimulai dengan tujuan pertama mengantar istri menuju Halte Rawamangun. Baru beberapa saat berjalan, jalanan di depan kami terhalang oleh segerombolan ayam yang baru keluar dari kandang. Jantan, betina, tua dan muda mencari makan di jalan. Serta merta saya menurunkan kecepatan yang sebenarnya sudah sangat pelan.

Read more

Next Page →