Setelah bosan dengan tampilan theme Blue Horizon buatan akang Kaushal Seth, tanggal 9 Maret lalu saya memutuskan untuk menggunakan theme Osiempel buatan bapak Kupluk. Saya suka dengan desainnya yang putih bersih dan rapi. Berbagai penyesuaian pun dilakukan berhubungan dengan theme tersebut, seperti memasang plugin MiniBlog, mengganti id yang dipergunakan untuk menampilkan gallery flickr (iyalah, masak nampilin foto ceweknya didats sih! huh! :P;), de el es be. Sekalian mengupgrade semua plugin yang ada, baik yang aktif maupun yang tidak.

Setelah selesai dengan urusan ganti theme, keesokan harinya saya yang masih menggunakan 2.0.5 pun tertarik untuk mencoba upgrade ke versi baru karena sebelumnya tanggal  2 Maret, WP mengumumkan versi terbarunya yaitu versi 2.1.2 sebagai highly recommended patch dari versi 2.1.1 yang mempunyai celah keamanan.

Read more

Tadi pagi, saya harus menginstall IE6 di salah satu CPU sebagai syarat pre-install AutoCAD 2006. Karena tidak punya master IE6, maka saya mendownload setup filesnya di sini (481 KB).

Hmmm… ukuran file sekecil ini pasti mensyaratkan koneksi dengan internet pada saat install. Bukan suatu hal yang menyenangkan melakukan proses install semacam ini karena prosesnya yang lama dan bandwidth yang lumayan. Teringat dengan pengalaman waktu mendownload IE5.5 full version, maka saya mencoba menggunakan cara yang sama untuk IE6 full version ini (versi terakhir adalah IE6 SP1).

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Download setup IE6 SP1 di sini (481 kb)

2. Buka Command Prompt

3. Pindah ke direktori hasil download langkah 1

4. Jalankan perintah ini:
ie6setup.exe /c:”ie6wzd.exe /d /s:”"#E”

5. Folder hasil download akan diletakkan di:
{drive}:\{folder_system_operasi}\Windows Update Setup Files\

6. Ya no. 5 itu adalah master full versionnya (11,8 MB). Bisa langsung diinstall, bisa juga di burn ke CD atau DVD.

UPDATE: iseng cari-cari link artikel yang terkait (mencari bukti ilmiah), mendapatkan hasil link ini

Akhirnya firefox 1.5 secara resmi diluncurkan. Ayoooo cepetan download di sini.

Kantor Pos PemudaKemarin siang, saya jadi juga pergi ke Kantor Pos Besar Jakarta Timur di Jl. Pemuda no. 79 untuk mengambil paket kiriman Ubuntu 5.04 “The Hoary Hedgehog” dari Belanda. Seperti yang sudah saya niatkan pada postingan saya sebelumnya, saya pun menanyakan kedua hal tersebut kepada bapak petugas.

Untuk pertanyaan pertama tentang mengapa harus saya ambil ke kantor pos yang ditunjuk dan tidak diantarkan langsung ke rumah saya, Pak Petugas memberitahu bahwa setiap paket kiriman dari luar negeri memang tidak diantarkan langsung ke alamat penerima, melainkan harus diambil sendiri di kantor pos yang ditunjuk dengan menunjukkan bukti diri seperti no. KTP. Hal ini dilakukan dengan alasan agar penerima membayar dahulu ongkos yang menjadi beban penerima, baik ongkos kirim (dalam hal ini sudah dibayar lunas oleh Ubuntu), biaya pabean, dan biaya yang dibebankan oleh kantor pos sebelum mengambil paket tersebut. Bila panggilan untuk pengambilan paket tidak diabaikan sebanyak dua kali, paket itu akan dikembalikan (retur) ke pengirim. Tidak lupa petugas yang bersemangat tersebut menunjukkan beberapa catatan mengenai beberapa paket yang sudah diretur kepada pengirimnya.

Yang menarik pada salah satu catatan yang beliau perlihatkan adalah adanya retur untuk paket 50 CD dari Belanda juga sebesar sembilan ratus ribuan rupiah lebih. Sayangnya petugas itu tidak memberitahu apakah paket tersebut adalah paket Ubuntu seperti saya atau bukan. Cuma dia sendiri menyatakan keheranannya bahwa paket 40 CD saya hanya berbiaya 50 ribuan sedangkan 50 CD berbiaya sembilan ratus ribuan. Yang juga menarik adalah cerita beberapa anak gajah yang sudah terlebih dahulu mendapatkan paketnya. Mereka ada yang tidak dikenakan biaya sama sekali, Rp. 3.000,-, Rp. 7.000,-, hingga ratusan ribu rupiah. Belum jelas apakah jumlah CD yang dipesan sama dengan saya atau tidak.

Jawaban atas pertanyaan kedua saya tentang mengapa saya masih harus membayar meskipun ongkos kirim sudah ditanggung pihak Ubuntu, Pak Petugas juga menerangkan bahwa saya terkena biaya Rp. 50.860,- yang terdiri dari pabean sebesar Rp. 40.860,- (berasal dari PPN: 10% * Rp. 233.491,- (hitungan dari bea masuk) = Rp. 23.349,- ditambah dengan PPh pasal 22: 75% * Rp. 23.349,- = Rp. 17.511,-), Bea Lalu Bea sebesar Rp. 7.000,- dan Bea Susul sebesar Rp. 3.000,-. Petugas itu pun dengan bersemangat menunjukkan segala bukti-bukti pencatatan yang berkenaan dengan hal tersebut termasuk menunjukkan sebuah buku besar kedatangan paket (saya tidak tahu namanya apa).

Setelah diberi 2 tanda bukti pembayaran (salah satunya adalah copy surat PPKP), paket itupun saya bawa pulang. Siap untuk dibagi-bagikan secara gratis kepada teman-teman yang berminat mencobanya.

Paket Ubuntu yang saya dapatkan berupa 34×2 CD untuk Intel x86, 4×2 CD untuk PowerPC dan 2×2 CD untuk AMD64/EM64T. Bagi yang berminat untuk mencobanya, harap menuliskannya (dan alamat email yang ingin dihubungi) di bagian komentar pada postingan ini. Saya tidak melayani pengiriman, jadi cara pengambilan akan saya beritahukan via Japri.

NB: Ada beberapa skrinsut yang belum bisa ditampilkan. Insya Allah besok akan diupdate.

Logo Google TalkHari ini, 68% warga kampung gajah sibuk mendownload dan mencoba layanan baru dari Google yaitu Google Talk sedangkan 32% sisanya belum tentu tidak mencoba.

Saya pribadi sudah menunggu layanan IM ini sejak beberapa waktu yang lalu mengingat persaingan antara Google dan Yahoo yang semakin mengemuka. Layanan ini juga sekaligus melengkapi beberapa layanan yang sudah dirilis Google sebelumnya yang berbasis sistem pencarian dimulai dari Search Engine sebagai layanan pertama, disusul oleh sistem pencarian sumber berita, sistem pencarian gambar dan sistem pencarian harga barang sampai Google Earth dimana kita bisa melihat lokasi di bumi langsung dari satelit.

Perbedaan penting (menurut saya) GT dengan IM yang lebih dulu ada adalah standarisasi XMPP yang merupakan protokol komunikasi standard dari IETF. Hal ini diperkuat oleh berita yang saya kutip dari Google Code

Google Talk is Developer Friendly - 24/Aug/2005
As you may have heard, we’ve released our IM/Voip system Google Talk into beta. Talk uses XMPP for its communications protocol, and the team has a document outlining how to use a standard Jabber client to communicate with Google Talk. This makes for a very nice programmatic interface for IM. There are interfaces in multiple languages, including Python, PHP, Java and C#, and the Jabber Software Foundation maintains a healthy list of libraries on their site. We hope you enjoy our developer-friendly Google Talk.

Untuk bisa menggunakan GT, kita bisa menggunakan dua cara.

  • Menggunakan program Google Talk bawaan dari Google yang bisa didownload disini. Kelebihan dari program ini adalah fitur Voice Chat yang tidak dimiliki oleh client Jabber lainnya. Kekurangannya antara lain belum bisa conference, belum adanya fasilitas graphical emoticons, belum adanya font manipulation (sebagai contoh untuk menulis huruf tebal, harus diketik dalam format *HURUF*; untuk menulis huruf miring, harus diketik _HURUF_) dan untuk saat ini baru mendukung Windows.
  • Menggunakan IM yang mendukung Jabber/XMPP. Google telah menjelaskan langkah-langkah untuk setup Google Talk pada beberapa IM client yang mendukungnya di sini, sedangkan untuk IM yang tidak disebutkan terpaksa harus mencoba sendiri. Untuk pengguna Psi (salah satu Jabber client) bisa dilihat di blog Firman Pribadi

Google Talk juga dibahas di banyak blog, salah duanya adalah blog Priyadi dan Yulian Firdaus.
Dibawah ini adalah screenshot untuk Google Talk:

Next Page →