<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Celoteh untuk dunia &#187; Bencana Alam</title>
	<atom:link href="http://awan.wibawa.net/tag/bencana-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://awan.wibawa.net</link>
	<description>Berbagi rasa dan kata dalam keseharian sebagai pengalaman hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 05:37:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Gempa berpotensi tsunami di Halmahera</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2008/09/11/gempa-berpotensi-tsunami-di-halmahera/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2008/09/11/gempa-berpotensi-tsunami-di-halmahera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 00:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa menit yang lalu ketika sedang menonton sebuah acara di TPI, saya dikejutkan oleh berita tentang terjadinya gempa di daerah Halmahera, Maluku Utara. Yang membuat terkejut adalah adanya keterangan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami dan diharapkan untuk menyebarkan berita tersebut ke masyarakat. Segera saya membuka situs BMG dan USGS dan berhasil mendapatkan informasinya. Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa menit yang lalu ketika sedang menonton sebuah acara di <a href="http://www.tpi.tv/new/index.php" target="_blank"><abbr title="Televisi Pendidikan Indonesia">TPI</abbr></a>, saya dikejutkan oleh berita tentang terjadinya gempa di daerah Halmahera, Maluku Utara. Yang membuat terkejut adalah adanya keterangan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami" target="_blank">tsunami</a> dan diharapkan untuk menyebarkan berita tersebut ke masyarakat.</p>
<p>Segera saya membuka situs <a href="http://www.bmg.go.id/" target="_blank"><abbr title="Badan Meteorologi dan Geofisika">BMG</abbr></a> dan <a href="http://www.usgs.gov/" target="_blank"><abbr title="United States Geological Survey">USGS</abbr></a> dan berhasil mendapatkan informasinya. Menurut <a href="http://www.bmg.go.id/depan.bmg" target="_blank">BMG</a>, gempa yang terjadi sekitar pukul 9:00 <abbr title="Waktu Indonesia Timur">WIT</abbr> (atau sekitar pukul 7:00 <abbr title="Waktu Indonesia Barat">WIB</abbr>) dan berlokasi di 1.88° <abbr title="Lintang Utara">LU</abbr> &#8211; 127.27° <abbr title="Bujur Timur">BT</abbr> (sekitar barat laut Halmahera) tersebut berkekuatan 7.6 <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skala_Richter" target="_blank"><abbr title="Skala Richter">SR</abbr></a> dan berkedalaman 10 <abbr title="Kilometer">KM</abbr> sehingga berpotensi menimbulkan tsunami.</p>
<p><span id="more-158"></span>Sedangkan menurut <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/us2008wvab.php#details" target="_blank">USGS</a>, gempa tersebut berlokasi di 1.865° LU, 127.439° BT, berkekuatan 6,6 SR dan berkedalaman 93,1 KM.</p>
<p>Semoga saja tidak terjadi bencana alam susulan yang bisa mengakibatkan kerusakan lebih besar dan merenggut korban jiwa yang banyak seperti tsunami. Semoga masyarakat di sana tabah menerimanya dan diberikan kekuatan dan kesabaran. Aamiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2008/09/11/gempa-berpotensi-tsunami-di-halmahera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Eh?!</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-eh/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-eh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 14:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[garing]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-eh/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi iseng membaca berita Liputan 6 dan menemukan berita yang aneh tapi nyata. Benar-benar merupakan sebuah petuah bijak dari sang Menko Kesra Aburizal Bakrie. Jenis dagelan ajaib yang sudah lazim dan di lontarkan oleh para petinggi negeri aneh ini. Seperti juga ketika televisi menayangkan gambar pemimpin Jakarta yang sedang menelepon dengan memakai handphone di truk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi iseng membaca berita <a title="Liputan 6" target="_blank" href="http://www.liputan6.com">Liputan 6</a> dan menemukan <a title="Damn!" target="_blank" href="http://www.liputan6.com/view/3,137049,1,0,1170777891.html">berita yang aneh tapi nyata</a>. Benar-benar merupakan sebuah petuah bijak dari sang <abbr title="Menteri Koordinator Kesengsaraan Rakyat">Menko Kesra</abbr> Aburizal Bakrie. Jenis dagelan ajaib yang sudah lazim dan di lontarkan oleh para petinggi negeri aneh ini. Seperti juga ketika televisi menayangkan gambar pemimpin Jakarta yang sedang menelepon dengan memakai handphone di truk untuk meminta izin membuka pintu air Manggarai yang menuju ke arah Istana. Padahal sudah jelas, banjir adalah kondisi darurat dan air sudah semakin menggenangi rumah rakyat, pemilik negeri ini.</p>
<p>Sekedar info aja pak, kakak saya yang <a title="Waterworld: Evakuasi" target="_blank" href="http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/">terkena musibah banjir</a> tidak tersenyum sama sekali. Demikian juga suami dan ketiga anaknya. Saya dan keluarga juga tidak bisa tersenyum sama sekali karena memikirkan nasib beliau. Teman sekantor saya yang tinggal di <abbr title="Komando Daerah Maritim">Kodamar</abbr> dan sedang mengungsi di rumah saudaranya juga tidak tersenyum pak. Kalau mengutip istilah <a title="Kampung Gajah" target="_blank" href="http://id-gmail.info">Kampung Gajah</a>: <strong>&#8220;Malu kamu, Malu!!!&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-eh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Trans Wiyoto Wiyono</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 08:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun berita dari koran dan televisi menyebutkan masih terdapat genangan di Jl. Yos Sudarso, saya memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. Saya pun mengikuti motor-motor yang memasuki gerbang tol Rawasari dan bermaksud untuk turun di pintu keluar Sunter. Jalan tol sendiri sangat macet. Semua kendaraan merayap perlahan. Bahu jalan digunakan dua arah oleh motor. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun berita dari koran dan televisi menyebutkan masih terdapat genangan di Jl. Yos Sudarso, saya memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. Saya pun mengikuti motor-motor yang memasuki gerbang tol Rawasari dan bermaksud untuk turun di pintu keluar Sunter.</p>
<p>Jalan tol sendiri sangat macet. Semua kendaraan merayap perlahan. Bahu jalan digunakan dua arah oleh motor. Saat itu sudah terbayang sebenarnya apa yang akan terjadi di pintu keluar Sunter, tetapi saya harus terus mencoba menuju ke sana.<br />
<span id="more-132"></span><br />
Di jalan arteri di bawah, terlihat jelas air benar-benar menutupi jalan arteri By Pass dan perkantoran, restoran, kampus serta Rumah Sakit. Perempatan Coca Cola ke menuju arah Pasar Senin masih terendam. Sementara Posko banjir didirikan di sudut depan <abbr title="International Trade Center">ITC</abbr> Cempaka Mas. Genangan air juga terlihat bertambah dalam di jalan arteri menuju Tanjung Priok.</p>
<p>Sebelum pintu keluar, terlihat deretan truk yang parkir di bahu jalan. Setibanya di pintu keluar, banyak berjejer sepeda motor yang di parkir dan penuh dengan para karyawan yang tidak bisa melanjutkan ke kantor masing-masing. Pertigaan antara Graha Kirana dan SMR terendam air hingga sepinggang orang dewasa.</p>
<p>Di saat sedang parkir itulah muncul penjaga kunci kantor. Dia memberitahukan bahwa kondisi kantor gelap gulita karena ketiadaan aliran listrik dan komunikasi yang terputus. Setelah menerima sarannya untuk pulang, saya pun memutuskan untuk kembali naik ke jalan tol. Rencana saya adalah keluar jalan tol di tempat kering untuk kemudian memutuskan langkah selanjutnya.</p>
<p>Setibanya di percabangan, ternyata motor tidak diperbolehkan untuk mengambil turunan menuju Plumpang. Menurut petugas, genangan di bawah tidak memungkinkan untuk dilewati motor. Dengan demikian pilihan yang tersisa tinggal dua. Melawan arus dan kembali menuju Rawasari atau meneruskan menuju ke arah Ancol. Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih opsi yang kedua.</p>
<p>Genangan air masih terlihat di tikungan tol menuju Ancol untuk kemudian perlahan mendangkal dan menghilang menjelang rawa besar. Setelah melihat jalan raya Ancol dan rel kereta api yang kering dan tidak tergenang banjir, saya pun memutuskan untuk keluar di pintu keluar Ancol Pademangan, memutar balik dan kemabali masuk pintu tol untuk kembali menuju pintu keluar Pemuda Rawamangun.</p>
<p>Menjelang pintu keluar Plumpang, genangan mulai kembali terlihat. Depo Pertamina Plumpang dan Gedung Arsip Pertamina terendam dan terlihat antrean truk tangki di sana sini. Menuju daerah Kelapa Gading dan <abbr title="Komando Daerah Maritim">Kodamar</abbr>, terlihat deretan mobil-mobil yang di parkir di bahu jalan tol oleh pemiliknya. Perumahan Kodamar juga masih terlihat terendam banjir. Air terlihat surut menjelang perempatan Coca Cola. Tetapi jalan yang menuju Pulogadung tampak sangat berantakan dan masih tertutup air.</p>
<p>Menuju daerah Rawasari, genangan air kembali terlihat dan menggenangi jalan arteri dan daerah sekitarnya seperti kantor Siemens. Menjelang pintu keluar Pemuda, petugas memberi tanda bahwa inilah batas bagi motor untuk memakai jalan tol. Dari pintu keluar ini, genangan air sudah tidak terlihat lagi dan jalan sudah kering sampai ke rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Air masih berkuasa</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2007 12:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mencermati berbagai berita baik lewat surat kabar, radio maupun bertanya kepada beberapa teman, hari ini saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mencermati berbagai berita baik lewat surat kabar, radio maupun bertanya kepada beberapa teman, hari ini saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Flood Strikes Back?</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 14:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pagi hari berjalan-jalan ke Pasar Palmeriam, saluran di dekat rumah tampak berwarna cokelat, mengalir deras dan tingginya sudah hampir mencapai bagian bawah jembatan. Hal ini disebabkan karena dibukanya pintu air untuk membantu mengalirkan air sungai Ciliwung yang sedang meluap dahsyat di sebelah timur Matraman. Perempatan Matraman tepatnya Polsek Matraman yang biasa tergenang bahkan hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika pagi hari berjalan-jalan ke Pasar Palmeriam, saluran di dekat rumah tampak berwarna cokelat, mengalir deras dan tingginya sudah hampir mencapai bagian bawah jembatan.</p>
<p>Hal ini disebabkan karena dibukanya pintu air untuk membantu mengalirkan air sungai Ciliwung yang sedang meluap dahsyat di sebelah timur Matraman.</p>
<p><span id="more-130"></span>Perempatan Matraman tepatnya Polsek Matraman yang biasa  tergenang bahkan hanya oleh hujan lebat sekalipun kali ini tergenang setinggi paha orang dewasa. Banjir ini diakibatkan oleh dibukanya saluran air tadi. Genangan juga meluas ke arah Pasar di seberang Polres.</p>
<p>Di daerah Kebon Pala tepatnya di depan bioskop Nusantara, air mencapai ketinggian betis orang dewasa. Lebih jauh lagi ke arah Kampung Pulo, banjir lebih parah lagi. Berita dari stasiun televisi menyebutkan bahwa ketinggian air disana mencapai 4 meter.</p>
<p>Di pintu air Manggarai, air sudah mencapai ketinggian 1090 cm. Lebih tinggi dibandingkan dengan banjir 2002 yang berketinggian 1050 cm. Terowongan yang menghubungkan antara Jl. Tambak &#8211; Jl. Manggarai Utara dengan Jl. Sultan Agung dan Jl. Minangkabau bahkan sudah terendam hingga hampir mencapai atap terowongan. Daerah sepanjang aliran sungai Ciliwung seperti Berlan juga tidak luput dari genangan air.</p>
<p>Daerah Cempaka Putih seperti Jl. Cempaka Putih Timur juga tergenang setinggi sekitar 20 cm. Selain itu, banjir juga melanda jalan di depan Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan sepanjang jalur lambat Jl. Letnan Jendral Suprapto yang menuju ke arah Pasar Senen.</p>
<p>Di seberang, daerah Sumur Batu juga tergenang air hingga sebetis orang dewasa. Genangan air di Jl. Letjen Suprapto bahkan lebih parah di daerah depan Cempaka Mas perempatan Coca Cola. Genangan air menutupi semua jalur jalan termasuk di depan Pengadilan Tinggi Jakarta.</p>
<p>Jl. Yos Sudarso (By Pass), juga tergenang air seperti yang terlihat di kantor PLN, Restoran Raja Laut hingga daerah Sunter. Khusus By Pass, terlihat dari atas jalan Tol. Motor masuk jalan tol? Ya. hari ini, motor diperbolehkan masuk Jalan Tol Layang Ir. Wiyoto Wiyono ini karena jalan Arteri By Pass sudah tidak mungkin lagi dilewati.</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>- Foto-foto banjir akan diupload ke akun <a href="http://godzalli.flickr.com">Flickr</a> saya. Tetapi jangan terlalu mengharap akan cepat terupload mengingat keterbatasan benwit dan koneksi Fren yang masih sangat mengecewakan sejak saya memutuskan berlangganan paket Maxsurf (Hi <a href="http://mobile-8.com">Fren</a>!â„¢)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Evakuasi</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2007 14:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah saya tuliskan di postingan kemarin, rumah kakak saya yang terletak di Makasar, terendam banjir sampai setinggi lebih dari 3 meter dengan keluarga kakak yang terdiri dari suami istri dan 3 orang anak terjebak di rumahnya. Koordinasi dengan rumah Ibu yang juga terletak di Makasar sulit dilakukan karena mulai sulitnya komunikasi. Informasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang telah saya tuliskan di postingan <a title="Waterworld: Banjir Lagi?" target="_blank" href="http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/">kemarin</a>, rumah kakak saya yang terletak di Makasar, terendam banjir sampai setinggi lebih dari 3 meter dengan keluarga kakak yang terdiri dari suami istri dan 3 orang anak  terjebak di rumahnya. Koordinasi dengan rumah Ibu yang juga terletak di Makasar sulit dilakukan karena mulai sulitnya komunikasi.</p>
<p>Informasi yang didapat dari kakak saya, tim SAR kesulitan untuk menjangkau daerah itu karena terletak di gang selebar dua setengah meter yang sulit untuk dimasuki perahu karet. Arus yang melewati gang depan rumah pun deras sekali. Kami pun memutuskan bahwa evakuasi harus dilakukan. Karena kami semua khawatir akan keselamatan keluarga kakak terutama kepada keselamatan ketiga orang keponakan. Juga karena logistik yang mereka punya terbatas dan akses bantuan pun sulit dilakukan. Dengan pertimbangan bahwa banjir masih besar, arus makin deras, maka evakuasi pun diputuskan akan dilakukan siang hari ini dengan mengharapkan surutnya air.<br />
<span id="more-129"></span><br />
Selepas Dzuhur tadi, saya pun berangkat menuju rumah Ibu. Semula sempat ragu apakah saya bisa melewati Bidara Cina sebagai jalur terpendek ke sana. Akhirnya diputuskan untuk tetap mencoba. Bila ternyata tidak bisa lewat sana, maka rencana cadangan adalah memutar balik lewat Diponegoro, Kuningan dan MT. Haryono.</p>
<p>Alhamdulillah ternyata Bidara Cina tidak banjir, sehingga saya bisa melalui dan meneruskan dengan mengambil arah menuju Bandara. Selepas pemakaman umum di Kebon Pala, ternyata kali Cipinang telah meluap sampai ke Jl. Asri. Selain tahun 2002, saya belum pernah menjumpai luapan sampai ke jalan raya.</p>
<p>Dari rumah Ibu, Saya, Kakak dan Paman saya langsung pergi ke rumah kakak dengan membawa logistik berupa nasi dan lauk pauk. Sepanjang jalan, di beberapa tempat terlihat longsoran jalan yang tergerus oleh banjir. Jalan Squadron yang terletak di seberang pun kelihatan berlumpur sisa-sisa banjir yang meluap hingga menutup badan jalan pada malam hari.</p>
<p>Air mulai terlihat sejak dari Masjid Hasbi Al Bahri yang terletak ditepi Kali Ciliwung. Dari sini jelas terlihat bahwa banjir kali ini lebih dahsyat dibandingkan banjir tahun 2002 yang ketinggian maksimalnya hanya setinggi dagu.</p>
<p>Mendekati rumah kakak, air terasa semakin tinggi, dingin dan deras. Dengan berpegangan pada tambang-tambang yang ada, saya dan kakak berusaha menerobos arus yang sangat deras dan menghindari beberapa benda-benda yang terseret arus seperti kayu dan papan. Ide untuk berenang sama sekali tidak ada. Karena berenang hanya akan menghabiskan tenaga. Untuk menghadapi arus yang deras, akan jauh lebih baik untuk terus berjalan sambil berpegangan kepada apapun yang solid. Lagipula kami diuntungkan dengan air yang telah surut hingga sebatas dagu.</p>
<p>Akhirnya kami berhasil mengevakuasi kakak saya dan ketiga keponakan. Mereka kami evakuasi dengan cara menggendong mereka di atas bahu. Untungnya arus juga menuju ke arah Masjid sehingga kami hanya tinggal mengikuti saja. Adapun kakak ipar memutuskan untuk tetap bertahan dengan logistik bantuan yang kami bawa.</p>
<p>Setelah evakuasi selesai, kami baru menyadari rasa kelelahan yang mendera akibat empat kali evakuasi bolak balik ditambah dengan kurangnya olahraga selama ini :&#8221;></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Banjir Lagi?</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 15:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi seperti biasa, saya berangkat ke kantor. Cuaca pagi yang diwarnai dengan turunnya hujan menjadi sarapan pagi yang sudah dianggap sebagai bumbu keragaman hari. Seperti biasa, saya mengambil rute menyeberangi rel kereta api, Jl. Kayumanis 4 dan masuk ke daerah Galur Sari. Hujan yang cukup deras mulai mengakibatkan genangan air setinggi 15 cm di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi seperti biasa, saya berangkat ke kantor. Cuaca pagi yang diwarnai dengan turunnya hujan menjadi sarapan pagi yang sudah dianggap sebagai bumbu keragaman hari. Seperti biasa, saya mengambil rute menyeberangi rel kereta api, Jl. Kayumanis 4 dan masuk ke daerah Galur Sari. Hujan yang cukup deras mulai mengakibatkan genangan air setinggi 15 cm di depan Indomaret. Genangan ternyata terus berlanjut dan bertambah ketinggiannya sampai pertemuan dengan jalan depan kampus <abbr title="Universitas Islam Jakarta">UIJ</abbr>. Kali yang membelah jalan juga terlihat mulai meninggi. Dari pengalaman yang sudah-sudah, sepertinya ini tanda-tanda banjir.</p>
<p>Selepas pintu tol Rawasari, mulai terlihat motor dan mobil yang berbelok dan mengambil arah yang berlawanan. Wah beneran banjir nih sepertinya. Tapi keingintahuan menyebabkan saya terus memacu motor menuju kantor yang terletak di daerah Sunter.<br />
<span id="more-128"></span><br />
Selepas putaran Pulomas, jalan raya By Pass mulai tergenang air dan terus meninggi sampai di depan kantor Gudang Garam. Di sepanjang jalan terlihat beberapa orang yang menawarkan gerobaknya untuk mengangkut motor dan beberapa delman yang sepertinya sudah beralih funsi menjadi alat transportasi banjir. Selepas genangan di perempatan Coca Cola, saya bergabung dengan banyak motoris lain yang berusaha memanaskan mesin yang terendam genangan.</p>
<p>Setelah menelepon kantor yang ternyata tidak ada yang mengangkat, mengirim SMS kepada manajer HRD yang ternyata juga tidak masuk kantor (kok gak ngasih tau sih pak ke karyawannya?), saya pun memutuskan untuk pulang.</p>
<p>Di perjalanan pulang, genangan air tidak setinggi arah Tg. Priok. Selepas pom bensin Pulomas, jalan pun sudah bebas genangan air sehingga saya bisa memacu motor menuju rumah.</p>
<p>Saya yang curiga dengan kondisi ini memutuskan untuk terus memantau news ticker, headline news atau informasi apapun yang disiarkan oleh stasiun televisi. Melihat kenyataan bahwa hujan yang telah turun terus menerus di daerah Puncak dan Bogor selama beberapa hari, ketinggian air di Bendung Katulampa, Depok dan Pintu Air Manggarai yang sangat tinggi, saya merasa bahwa banjir besar akan kembali melanda Jakarta seperti tahun 2002. Semoga perkiraan saya ini salah.</p>
<p><strong>UPDATE:</strong></p>
<p>- Pukul tiga sore, saya menerima telepon dari Makasar Halim bahwa rumah kakak saya terendam banjir, dan keluarga kakak terjebak di rumahnya. Ketinggian air di sana mencapai betis kaki orang dewasa di lantai dua.<br />
- Mulai terjadi kesulitan komunikasi. Kartu Halo dan kartu Fren saya tidak berhasil menelpon rumah Ibu di Makasar, hanya kartu Flexi yang bisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa Lagi!</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2006 12:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Sore tadi sekitar hampir pukul 18.00 (17.57), ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan kantor yang tersisa, tiba-tiba kursi yang sedang saya duduki terasa bergetar, tirai di jendela pun bergoyang-goyang selama beberapa saat. Gempa yang terjadi cukup keras. Karena situasi kantor sudah sepi, hanya tinggal kami bertiga yang masih ada. Dua orang teman segera menghilang ke tangga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i7.photobucket.com/albums/y298/godzalli/gempa_1757_20060719.gif" alt="Peta Gempa Selat Sunda" title="Peta Gempa Selat Sunda" align="left" />Sore tadi sekitar hampir pukul 18.00 (17.57), ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan kantor yang tersisa, tiba-tiba kursi yang sedang saya duduki terasa bergetar, tirai di jendela pun bergoyang-goyang selama beberapa saat.</p>
<p>Gempa yang terjadi cukup keras. Karena situasi kantor sudah sepi, hanya tinggal kami bertiga yang masih ada. Dua orang teman segera menghilang ke tangga, sedangkan saya baru akan membuka pintu tangga darurat ketika gempa berhenti.</p>
<p>Setelah itu langsung mencari tau berita gempa di <a href="http://awan.wibawa.net/www.usgs.gov" target="_blank" title="USGS">USGS</a>, <a href="http://www.bmg.go.id/" target="_blank" title="BMG">BMG</a> dan <a href="http://awan.wibawa.net/www.detik.com" target="_blank" title="Detik">Detik</a>. Sayangnya beritanya belum ada. Mungkin mereka baru mulai menulis keadaan gempa ketika saya mencoba mengakses situs mereka, sedangkan <a href="http://www.bmg.go.id/">BMG</a> sangat lambat diakses dari sini.</p>
<p>Beberapa menit kemudian, barulah berita ini muncul di detik. Selang 10 menit kemudian, berita gempa ini muncul pula di USGS. Sedangkan BMG akhirnya bisa saya lihat data gempanya setelah beberapa menit kemudian <img src='http://awan.wibawa.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menurut <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/usqia3.php" target="_blank" title="Data Gempa">USGS</a>, gempa berkekuatan 6 <abbr title="Skala Richter">SR</abbr> terjadi di  6.495Â° <abbr title="Lintang Selatan">LS</abbr>,  105.415Â° <abbr title="Bujur Timur">BT</abbr> di kedalaman 44,2 KM  (menurut <a href="http://www.bmg.go.id/gempaterkini.asp" target="_blank" title="Data Gempa">BMG</a>: 5,9 SR 6.650Â° LS, 105.240Â° BT di kedalaman 54 KM di <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Maps/10/105_-5.php" target="_blank" title="Peta Gempa">daerah selatan Selat Sunda</a>.</p>
<blockquote><p>Ya Rabb, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami. Lindungilah kami. Jauhkanlah kami dari azab dan bencana-Mu. Limpahkanlah kesabaran dan kekuatan kepada kami.<br />
Amiinnn&#8230;</p></blockquote>
<p><strong>Link:</strong></p>
<p>- <a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/19/time/181449/idnews/639347/idkanal/10" target="_blank" title="Berita Gempa">Detik</a></p>
<p>- <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Maps/10/105_-5.php" target="_blank" title="Peta Gempa">USGS peta</a></p>
<p>- <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/usqia3.php" target="_blank" title="Data Gempa">USGS data</a></p>
<p>- <a href="http://www.bmg.go.id/gempaterkini.asp" target="_blank" title="Data Gempa">BMG</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa dan Tsunami di pantai selatan Jawa</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/07/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/07/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2006 15:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/05/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/</guid>
		<description><![CDATA[Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa dan tsunami yang melanda pantai selatan Jawa dari Garut, Pangandaran, Cilacap, Kebumen sampai Parangtritis di Jogjakarta. Semoga arwah para korban yang meninggal dunia diterima di sisi Tuhan YME, semoga korban-korban yang berhasil selamat mendapatkan kesembuhan, kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian berat ini. Menurut USGS, gempa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i7.photobucket.com/albums/y298/godzalli/neic_qgaf.jpg" title="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2006/eq_060717_qgaf/neic_qgaf_l.html" alt="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2006/eq_060717_qgaf/neic_qgaf_l.html" align="left" />Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa dan tsunami yang melanda pantai selatan Jawa dari Garut, Pangandaran, Cilacap, Kebumen sampai Parangtritis di Jogjakarta. Semoga arwah para korban yang meninggal dunia diterima di sisi Tuhan <abbr title="Yang Maha Esa">YME</abbr>, semoga korban-korban yang berhasil selamat mendapatkan kesembuhan, kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian berat ini.</p>
<p>Menurut <a href="http://usgs.gov/" title="USGS" target="_blank"><abbr title="United States Geological Survey">USGS</abbr></a>, <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/usqgaf/" title="Gempa" target="_blank">gempa</a> yang terjadi sekitar pukul 15 :19 <abbr title="Waktu Indonesia Barat">WIB</abbr> dan menimbulkan tsunami tersebut berkekuatan 7,7 <abbr title="Skala Richter">SR</abbr> berada pada kedalaman 34 <abbr title="Kilometer">km</abbr> di posisi  9.222Âº <abbr title="Lintang Selatan">LS</abbr>, 107.320Âº <abbr title="Bujur Timur">BT</abbr>, sedangkan menurut <a href="http://www.bmg.go.id/" title="BMG" target="_blank"><abbr title="Badan Meteorologi dan Geofisika">BMG</abbr></a>, <a href="http://www.bmg.go.id/beritagempa1.asp?key=547&amp;key1=pusat" title="Data gempa" target="_blank">gempa</a> berkekuatan 6,8 SR berada pada kedalaman 33 km di posisi 9,46Âº LS, 107.19Âº BT.</p>
<p>Saya baru mengetahui beritanya dari siaran televisi. Pada saat gempa terjadi yang getarannya terasa sampai Jakarta, saya sedang berada di jalan berkeliling mencari informasi <abbr title="Kredit Pembelian Rumah">KPR</abbr> dari beberapa bank yang ada di sepanjang Jl. Matraman.</p>
<p><strong>UPDATE:</strong> mengutip link dari <a href="http://ryosaeba.wordpress.com/2006/07/17/tsunami-pantai-selatan/" title="Eko Juniarto" target="_blank">blog Eko Juniarto</a>, simulasi tsunami bisa dilihat di <a href="http://www.ppk.itb.ac.id/westjava" title="Simulasi tsunami" target="_blank">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/07/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Krakatau sang Legenda: 122 tahun letusan dahsyat</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2005/09/01/krakatau-sang-legenda-122-tahun-letusan-dahsyat/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2005/09/01/krakatau-sang-legenda-122-tahun-letusan-dahsyat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2005 08:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan Agustus ini banyak peristiwa penting dan bersejarah terjadi di Indonesia berupa fenomena dan bencana alam ataupun hasil buah pikiran manusia; pada masa sebelum merdeka, proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 maupun masa sesudah merdeka. Salah satu peristiwa bersejarah yang sangat dahsyat adalah meletusnya gunung Krakatau 122 tahun silam tepatnya tanggal 26-27 Agustus 1883. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bulan Agustus ini banyak peristiwa penting dan bersejarah terjadi di Indonesia berupa fenomena dan bencana alam ataupun hasil buah pikiran manusia; pada masa sebelum merdeka, proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 maupun masa sesudah merdeka. Salah satu peristiwa bersejarah yang sangat dahsyat adalah meletusnya gunung Krakatau 122 tahun silam tepatnya tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan ini diakui sebagai salah satu letusan gunung berapi terdahsyat dalam sejarah.</p>
<p>Saya sendiri pertama kali mengetahui hal ini bukan dari pelajaran sekolah (waktu itu saya masih kelas 2 <acronym title="Sekolah Dasar">SD</acronym> tetapi dari majalah <a href="http://www.intisari-online.com/majalah.asp">Intisari</a>. Masih sedikit tersisa dalam ingatan, artikel itu ditulis untuk memperingati 1 abad meletusnya Krakatau. Artikelnya cukup detil menceritakan berbagai hal yang terjadi sebagai dampak meletusnya gunung itu, baik penggambaran suasana di Batavia (Jakarta tempo doeloe) yang gelap gulita dan dingin meskipun hari masih siang dan kegelapan itu terjadi selama 3 hari, maupun akibat yang ditimbulkan di beberapa daerah seperti kapal Loudon yang terseret sampai 2,5 km ke daratan setinggi 10 meter di daerah teluk Betung, Lampung. Sangat disayangkan buku Intisari tersebut sudah lenyap entah kemana, mengikuti seorang teman yang meminjamnya dan belum mengembalikan sampai sekarang <img src='http://awan.wibawa.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (</p>
<p>Kalau tidak salah ingat, saya juga pernah membacanya di majalah <a href="http://www.hai-online.com/">Hai</a> edisi khusus yang berisi kumpulan artikel tentang beberapa letusan gunung berapi terdahsyat dalam sejarah, yang saya ingat adalah artikel letusan gunung <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Vesuvius">Vesuvius</a> di Italia yang mengubur kota <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pompeii">Pompeii</a> tahun 79 <acronym title="Sebelum Masehi">SM</acronym> (mudah-mudahan saya bisa memposting peristiwa ini nanti).<br />
<strong>OOT:</strong> Dulu saya sangat suka <a href="http://www.hai-online.com/">Hai</a> edisi khusus karena setiap edisinya berisikan artikel-artikel yang bagus (saya sudah tidak begitu ingat persisnya, jadi mohon dimaafkan apabila ada kesalahan ingat) seperti: edisi tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bermuda_Triangle">Segitiga Bermuda</a>, edisi tentang pasukan khusus anti teroris di berbagai negara seperti <a href="http://de.wikipedia.org/wiki/Special_Air_Service">SAS</a> di Inggris dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/GSG9">GSG9</a> di Jerman serta musuh pemberontaknya seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Baader-Meinhof_Gang">Bader Meinhoff</a> di Jerman, edisi beberapa letusan gunung berapi terdahsyat dalam sejarah, edisi beberapa tragedi terburuk seperti tenggelamnya kapal <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RMS_Titanic">Titanic</a> dan tabrakan dua pesawat udara ketika akan lepas landas di runway, edisi tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Atomic_bomb">bom atom</a> di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Atomic_bombings_of_Hiroshima_and_Nagasaki">Hiroshima dan Nagasaki</a>, dan beberapa edisi khusus yang lain. Sayang sekali hal yang baik ini tidak dilanjutkan lagi <img src='http://awan.wibawa.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kembali ke topik, Gunung Krakatau adalah pulau gunung berapi aktif yang terletak di selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Jawa. Ketinggiannya bila diukur dari permukaan laut adalah sekitar 790 meter. Letusan pertama &#8211; seperti dilaporkan dalam tulisan Jawa kuno &#8211; terjadi sekitar tahun 416 <acronym title="Sebelum Masehi">SM</acronym> ketika sebuah letusan besar menghancurkan gunung dan membentuk kaldera selebar 7 km. Pecahan ini membentuk dua pulau baru yaitu pulau Verlaten dan Lang yang berlokasi di pecahan gunung tersebut, serta pulau Rakata Besar &#8211; yang dibentuk oleh tiga buah gunung yaitu Perboewatan, Danan dan Rakata -, Panjang dan Sertung .</p>
<p>Setelah 200 tahun lebih tertidur &#8211; aktifitas terakhir terjadi pada bulan Mei 1680-Mei 1681 di gunung Perboewatan &#8211; dan didahului oleh serangkaian gempa, aktifitas dimulai pada tanggal 20 Mei ketika terjadi letusan yang terdengar sejauh 160 km dan lontaran debu dan batu setinggi 11 km dari Perboewatan yang dilaporkan oleh kapten kapal Elizabeth &#8211; sebuah kapal perang Jerman. Kegiatan vulkanik terus terjadi selama 3 bulan termasuk Danan yang mulai aktif di bulan Juni. Pada tanggal 11 Agustus, gas dan debu dalam jumlah besar keluar dari 7 kantong uap yang terdapat di Perboewatan dan dari kaki dan puncak gunung Danan yang membakar hutan di pulau tersebut.</p>
<p>Pada tanggal 26 Agustus pukul 1 siang, letusan mulai terdengar dan menyemburkan debu dan asap setinggi 36 km selama 4 jam serta menimbulkan tsunami pertama yang terjadi pada pukul 5 sore. Menjelang sore dan malam, terjadi letusan-letusan yang semakin keras terdengar. Keesokan harinya empat letusan dahsyat terjadi pada pukul 5:30, 6:42, 8:20 (yang terbesar) dan terakhir 10:02 yang semuanya terdengar di lebih dari 1/13 permukaan bumi mulai dari Pulau Rodriguez dekat Kepulauan Mauritius yang berjarak 4653 km dan Srilanka sampai Perth di Australia, menyemburkan debu dan asap ke udara setinggi 80 km dan menimbulkan 9 kali gelombang tsunami. Pada tanggal 27 Agustus ini, Batavia (sekarang bernama Jakarta) yang berjarak hanya 169 km dihantam tsunami setinggi 3 meter pada pukul 12:15 sampai 14:48 dan mengalami penurunan suhu yang cukup signifikan dari 27Â°C menjadi 18Â°C serta gelap gulita selama tiga hari.</p>
<p>Air laut yang masuk ke dalam retakan dapur magma menghasilkan uap sangat panas dan tekanan yang tinggi sehingga mampu menghasilkan letusan yang tercatat memiliki Indeks Kekuatan Vulkanik (<acronym title="Volcanic Explosivity Index"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Volcanic_Explosivity_Index">VEI</a></acronym>) bernilai 6 yang disebut juga Colossal. Standar pengukuran ini didasarkan kepada volume debu yang dihasilkan, ketinggian letusan yang diukur dari kawah dan lamanya letusan. Nilai 6 ini berarti memiliki standar ketinggian letusan minimal 25 km, rata-rata ketebalan debu bervolume 10 sampai 100 km3 atau dalam radius 10 mil setebal 10 kaki dan dalam radius 300 mil setebal 1 inci. Kekuatan ini hanya mampu dikalahkan oleh letusan gunung <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Santorin">Thera</a> di laut Aegea pada sekitar tahun 1650 SM yang meskipun mempunyai indeks yang sama yaitu 6 (update: direvisi menjadi 7 pada tahun 2004) namun berkekuatan 6Â½ kali letusan Krakatau, letusan gunung <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tambora">Tambora</a> di Sumbawa pada tahun 1815 yang berindeks <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Volcanic_Explosivity_Index">VEI</a> 7,  dan letusan Gunung <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Vesuvius">Vesuvius</a> di Italia pada tahun 79 <acronym title="Sebelum Masehi">SM</acronym> yang mengubur kota <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pompeii">Pompeii</a> dan membunuh penduduknya dengan gas beracun.</p>
<p>Ledakan Krakatau setara dengan 200 megaton <acronym title="Trinitrotoluene">TNT</acronym> dimana 150 megaton diantaranya dihasilkan oleh letusan ketiga. Kekuatan ini 10.000 kali lebih besar dibandingkan dengan kekuatan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Atomic_bomb">bom atom</a> &#8220;Fat Man&#8221; yang dijatuhkan di Nagasaki yang &#8220;hanya&#8221; berkekuatan 20 kiloton <acronym title="Trinitrotoluene">TNT</acronym>. Bandingkan juga dengan bom terbesar yang pernah dibuat &#8211; <a href="http://nuclearweaponarchive.org/Russia/TsarBomba.html">Tsar Bomba</a> &#8211; yang berkekuatan 50 megaton.</p>
<p>Akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Gelombang kejut yang terbentuk mampu merusak tembok dan menghancurkan jendela pada jarak 160 km. Gelombang tsunami mencapai ketinggian 36-40 meter, menghancurkan 165 desa nelayan dan merusak 132 lainnya di pesisir pantai barat pulau Jawa dan pantai selatan pulau Sumatera serta menelan korban paling tidak 36.417 jiwa. Tsunami bertemperatur tinggi ini mampu menghempaskan kapal Loudon yang sedang bersandar di Teluk Betung, Lampung sejauh 2,5 km ke daratan di ketinggian 10 meter, menghempaskan kapal The Berouw sejauh 3,3 km ke dalam hutan, juga mampu memindahkan terumbu karang seberat 600 ton ke daratan. Gelombang tsunami ini dirasakan di Auckland, Selandia Baru yang berjarak 7.767 km setinggi 2 meter, Aden &#8211; sebuah kota di pesisir selatan Jazirah Arab &#8211; yang terletak 7.000 km jauhnya dari Krakatau, Tanjung Harapan yang berjarak 14.076 km, Panama yang berjarak 20.646 km, Hawaii, pantai barat Amerika, Amerika Selatan dan bahkan sampai selat Inggris yang berjarak 19.873 km dari Krakatau. Di Tanjung Harapan dan Panama, kecepatan tsunami mencapai rata-rata 720 km per jam.</p>
<p>Debu yang dilontarkan sebanyak 21 km3 &#8211; terbawa angin sampai ke Madagaskar &#8211; mempengaruhi sinar matahari dan iklim global yang mampu menurunkan suhu di bumi sampai 1,2Â°C selama beberapa tahun akibat terbawa oleh angin di lapisan Stratosfer. Matahari terlihat biru dan hijau dari beberapa lokasi sebagai akibat dari terlontarnya debu dan aerosol ke stratosfer dan mengelilingi katulistiwa sebanyak 13 kali. Efek lainnya menyebabkan sunset dan sunrise berwarna sangat merah selama hampir 3 tahun yang pada saat pertama kali kemunculannya mampu membuat pemadam kebakaran di kota New York dan New Haven bersiaga penuh. Keanehan-keanehan tersebut juga diabadikan oleh beberapa orang seniman dalam bentuk lukisan seperti lukisan karya William Ashcroft yang melihat fenomena tersebut di tepi sungai Thames pada tanggal 26 Agustus 1883 dan lukisan &#8220;The Scream&#8221; karya Edward Munch tahun 1893 tentang langit yang berwarna merah darah di Norwegia.</p>
<p>Letusan dahsyat ini menghancurkan 2/3 bagian pulau dari arah utara ke selatan, menghancurkan gunung Perboewatan dan Danan dan hanya menyisakan sebagian gunung Rakata yang terletak di bagian selatan pulau. Danan yang sebelum letusan berketinggian 450 meter di atas permukaan laut berubah menjadi 250 meter di bawah permukaan laut. Dua pulau baru &#8211; Calmeyer dan Steers &#8211; dari debu vulkanik dan batuan juga terbentuk di sebelah utara hanya dalam waktu semalam meskipun kedalaman laut di daerah itu mencapai 36 meter.</p>
<p>Pada tanggal 29 Desember 1927, letusan di bawah laut di kedalaman 188 meter menandai kebangkitan kembali Krakatau setelah 44 tahun. Kemudian pada tanggal 26 Januari 1928, sebuah kerucut pertama kali muncul di atas permukaan laut dan setahun kemudian Anak Krakatau muncul sebagai pulau yang baru terbentuk yang terletak di tengah-tengah Perboewatan dan Danan dahulu dan diapit oleh pulau Sertung dan Rakata Kecil. Sejak ditemukan, Anak Krakatau terus tumbuh menjadi gunung api yang sangat aktif dengan pertumbuhan rata-rata 5 inci per minggu sampai sekarang telah mencapai ketinggian sekitar 305 meter dari permukaan laut akibat dari beberapa letusan dan aktifitas vulkanik yang terjadi antara lain tahun 1959-1963 dan Maret 1994-Maret 1995. Letusan yang terbesar terjadi pada bulan Mei-Juni 1995 yang menyemburkan debu setinggi 150-400 meter. Laporan aktifitas lengkapnya bisa dilihat di <a href="http://www.vsi.esdm.go.id/gunungapiIndonesia/krakatau/sejarah.html">sini</a>.</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Buku terlengkap yang membahas tentang meletusnya Gunung Krakatau di tahun 1883 secara detail adalah &#8220;Krakatau 1883: The volcanic eruption and its effects&#8221; karya Simkin dan Fiske yang diterbitkan tahun 1983 atau buku &#8220;Krakatoa : the day the world exploded&#8221; karya Simon Winchester yang terbit tahun 2002. Ada yang punya kedua bukunya? Atau salah satunya? Boleh dong saya pinjam <img src='http://awan.wibawa.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2005/09/01/krakatau-sang-legenda-122-tahun-letusan-dahsyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
