<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Celoteh Untuk Dunia &#187; Catatan Perjalanan</title>
	<atom:link href="http://awan.wibawa.net/tag/catatan-perjalanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://awan.wibawa.net</link>
	<description>Berbagi rasa dan kata dalam keseharian sebagai pengalaman hidup</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Jan 2011 08:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mudah-mudahan kita sering ketemu lagi ya Bang</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2009/05/13/mudah-mudahan-kita-sering-ketemu-lagi-ya-bang/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2009/05/13/mudah-mudahan-kita-sering-ketemu-lagi-ya-bang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 17:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[pengamen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang biasanya kamu inginkan dalam perjalanan pulang dengan kendaraan umum setelah bekerja atau beraktifitas yang lain menuju rumah? kalo saya sih menginginkan adanya kesenangan :face: dan ketenangan :angel: . Entah tidur :sleeping: atau hanya menikmati pemandangan di jalan. Demikian juga yang saya harapkan tadi sore tatkala hendak pulang ke rumah. Cuaca Tambun dan Cibitung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang biasanya kamu inginkan dalam perjalanan pulang dengan kendaraan umum setelah bekerja atau beraktifitas yang lain menuju rumah? kalo saya sih menginginkan adanya kesenangan :face: dan ketenangan :angel:  . Entah tidur :sleeping: atau hanya menikmati pemandangan di jalan. Demikian juga yang saya harapkan tadi sore tatkala hendak pulang ke rumah. Cuaca Tambun dan Cibitung sepanjang hari begitu panas :cwy: . Tidak ada angin untuk sedikit menyejukkan badan. Harapan mendapatkan AC122 yang lumayan sejuk ternyata tidak kesampaian, hasilnya ya seperti biasa, lagi-lagi naik 9BC :pinch: .</p>
<p>Sedikit hiburan mulai terjadi. Jalan arteri menuju tol Cikampek tidak macet seperti biasanya. Sehingga meskipun bis beberapa kali menunggu penumpang, bis tetap cepat sampai di gerbang tol. Seperti biasa pula, pengamen jalanan memulai aktifitas membuka acara dengan sedikit kata pengantar :tongue: . Sempat melirik ke arah dua pengamen tersebut. :ermm: Wah sepertinya bakal monoton nih seperti tadi pagi dan hari-hari yang lalu. Kebayang lagi pengamen tadi pagi dengan lagu kebangsaan &#8220;&#8230;Kadangkala manusia lebih kejam dari binatang macan yang buas. Main sikat, main embat&#8230;&#8221; :wassat: . Ya sudahlah gak apa-apa. Otak juga sudah mulai memerintahkan mata untuk menutup diri. :sleeping:</p>
<p><span id="more-254"></span>Tiba-tiba mulai terdengar intro yang sudah lama saya kenal. Intro melodi tembang Eagles &#8211; Hotel California yang dimainkan dengan mulus. Eh beneran ini dimainin pengamen di bis? Mata gak jadi menutup :blink: . Ternyata emang jangan pernah menghakimi buku dan koper, kawan. :happy: Satu lagu dibawain mulus. Wah asik ini :w00t: .</p>
<p>Lagu kedua dipilih Santana &#8211; Corazon Espinado. Walaupun sedikit kedodoran, tapi masih bisa dibilang oke lah. Mungkin dari posisi main gitar yang gak ideal maupun vibrasi bis yang rada-rada berasa sepanjang jalan tol <img src='http://awan.wibawa.net/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> . Sadar suara yang jelek dan malu kalo ketauan yang lain termasuk pengamennya, akhirnya ikutan nyanyi dalam hati sambil pura-pura ngeliat pemandangan truk mogok di pinggir tol. Ihihihi gue terhibur! :silly: Boleh juga nih permainan gitarnya.</p>
<p>Kelar lagu kedua udah mendekati Bekasi Barat. Vokalisnya sempat menawarkan kalo ada request :tongue: Ahahahaha&#8230; Akhirnya masuk lagu ketiga ST12 &#8211; Cari Pacar Lagi :getlost: Jaaahhhh&#8230; tapi ya sudah. Gak apa-apa. Meskipun gue gak suka lagunya, tapi kayaknya nguliknya tetep berasa pas. Main gitarnya tetep oke.</p>
<p>Bis makin laju ke arah barat. Memasuki persimpangan dengan JORR, vokalisnya mulai ngeluarin kantong permen, sedangkan gitaris satunya main sendiri. Lagu penutupnya adalah Jason Mraz &#8211; I&#8217;m Yours. Gak nyesel ngeluarin duit lebihan buat dua orang ini. Mudah-mudahan kita sering ketemu lagi ya Bang. Ini termasuk pengamen yang paling bagus selama gue wara wiri naik bis. Kalo pengamen kereta, gue alami waktu kuliah tingkat tiga dalam perjalanan di KRL dari Pondok Cina menuju Bogor. Pemainnya lengkap keroyokan. Tiga gitaris, satu basis dan satu drum ngamen.</p>
<p>Setelah kedua pengamen itu turun di Jatibening, gue masih senyum-senyum menikmati suasana bis. Beberapa menit kemudian, senyum gue makin mengembang waktu ngeliat tulisan di kaca depan bis. 9BC UKI. Ya itu artinya gue lupa ganti bis 9A di Jatibening tadi :w00t: Pengen ngakak ngetawain kebodohan sendiri kok ya takut disangka gila ato stress. Cuma karena gak tahan, akhirnya pura-pura ngeluarin HP, pura-pura nelepon dan ngakak sendiri pun bisa terlaksana.</p>
<p>Akhirnya sampe UKI. Dari situ bergegas menuju halte Busway untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2009/05/13/mudah-mudahan-kita-sering-ketemu-lagi-ya-bang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>178</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Trans Wiyoto Wiyono</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 08:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun berita dari koran dan televisi menyebutkan masih terdapat genangan di Jl. Yos Sudarso, saya memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. Saya pun mengikuti motor-motor yang memasuki gerbang tol Rawasari dan bermaksud untuk turun di pintu keluar Sunter. Jalan tol sendiri sangat macet. Semua kendaraan merayap perlahan. Bahu jalan digunakan dua arah oleh motor. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun berita dari koran dan televisi menyebutkan masih terdapat genangan di Jl. Yos Sudarso, saya memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. Saya pun mengikuti motor-motor yang memasuki gerbang tol Rawasari dan bermaksud untuk turun di pintu keluar Sunter.</p>
<p>Jalan tol sendiri sangat macet. Semua kendaraan merayap perlahan. Bahu jalan digunakan dua arah oleh motor. Saat itu sudah terbayang sebenarnya apa yang akan terjadi di pintu keluar Sunter, tetapi saya harus terus mencoba menuju ke sana.<br />
<span id="more-132"></span><br />
Di jalan arteri di bawah, terlihat jelas air benar-benar menutupi jalan arteri By Pass dan perkantoran, restoran, kampus serta Rumah Sakit. Perempatan Coca Cola ke menuju arah Pasar Senin masih terendam. Sementara Posko banjir didirikan di sudut depan <abbr title="International Trade Center">ITC</abbr> Cempaka Mas. Genangan air juga terlihat bertambah dalam di jalan arteri menuju Tanjung Priok.</p>
<p>Sebelum pintu keluar, terlihat deretan truk yang parkir di bahu jalan. Setibanya di pintu keluar, banyak berjejer sepeda motor yang di parkir dan penuh dengan para karyawan yang tidak bisa melanjutkan ke kantor masing-masing. Pertigaan antara Graha Kirana dan SMR terendam air hingga sepinggang orang dewasa.</p>
<p>Di saat sedang parkir itulah muncul penjaga kunci kantor. Dia memberitahukan bahwa kondisi kantor gelap gulita karena ketiadaan aliran listrik dan komunikasi yang terputus. Setelah menerima sarannya untuk pulang, saya pun memutuskan untuk kembali naik ke jalan tol. Rencana saya adalah keluar jalan tol di tempat kering untuk kemudian memutuskan langkah selanjutnya.</p>
<p>Setibanya di percabangan, ternyata motor tidak diperbolehkan untuk mengambil turunan menuju Plumpang. Menurut petugas, genangan di bawah tidak memungkinkan untuk dilewati motor. Dengan demikian pilihan yang tersisa tinggal dua. Melawan arus dan kembali menuju Rawasari atau meneruskan menuju ke arah Ancol. Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih opsi yang kedua.</p>
<p>Genangan air masih terlihat di tikungan tol menuju Ancol untuk kemudian perlahan mendangkal dan menghilang menjelang rawa besar. Setelah melihat jalan raya Ancol dan rel kereta api yang kering dan tidak tergenang banjir, saya pun memutuskan untuk keluar di pintu keluar Ancol Pademangan, memutar balik dan kemabali masuk pintu tol untuk kembali menuju pintu keluar Pemuda Rawamangun.</p>
<p>Menjelang pintu keluar Plumpang, genangan mulai kembali terlihat. Depo Pertamina Plumpang dan Gedung Arsip Pertamina terendam dan terlihat antrean truk tangki di sana sini. Menuju daerah Kelapa Gading dan <abbr title="Komando Daerah Maritim">Kodamar</abbr>, terlihat deretan mobil-mobil yang di parkir di bahu jalan tol oleh pemiliknya. Perumahan Kodamar juga masih terlihat terendam banjir. Air terlihat surut menjelang perempatan Coca Cola. Tetapi jalan yang menuju Pulogadung tampak sangat berantakan dan masih tertutup air.</p>
<p>Menuju daerah Rawasari, genangan air kembali terlihat dan menggenangi jalan arteri dan daerah sekitarnya seperti kantor Siemens. Menjelang pintu keluar Pemuda, petugas memberi tanda bahwa inilah batas bagi motor untuk memakai jalan tol. Dari pintu keluar ini, genangan air sudah tidak terlihat lagi dan jalan sudah kering sampai ke rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/06/waterworld-air-masih-berkuasa-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Air masih berkuasa</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2007 12:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mencermati berbagai berita baik lewat surat kabar, radio maupun bertanya kepada beberapa teman, hari ini saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mencermati berbagai berita baik lewat surat kabar, radio maupun bertanya kepada beberapa teman, hari ini saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/05/waterworld-air-masih-berkuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Flood Strikes Back?</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 14:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pagi hari berjalan-jalan ke Pasar Palmeriam, saluran di dekat rumah tampak berwarna cokelat, mengalir deras dan tingginya sudah hampir mencapai bagian bawah jembatan. Hal ini disebabkan karena dibukanya pintu air untuk membantu mengalirkan air sungai Ciliwung yang sedang meluap dahsyat di sebelah timur Matraman. Perempatan Matraman tepatnya Polsek Matraman yang biasa tergenang bahkan hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika pagi hari berjalan-jalan ke Pasar Palmeriam, saluran di dekat rumah tampak berwarna cokelat, mengalir deras dan tingginya sudah hampir mencapai bagian bawah jembatan.</p>
<p>Hal ini disebabkan karena dibukanya pintu air untuk membantu mengalirkan air sungai Ciliwung yang sedang meluap dahsyat di sebelah timur Matraman.</p>
<p><span id="more-130"></span>Perempatan Matraman tepatnya Polsek Matraman yang biasa  tergenang bahkan hanya oleh hujan lebat sekalipun kali ini tergenang setinggi paha orang dewasa. Banjir ini diakibatkan oleh dibukanya saluran air tadi. Genangan juga meluas ke arah Pasar di seberang Polres.</p>
<p>Di daerah Kebon Pala tepatnya di depan bioskop Nusantara, air mencapai ketinggian betis orang dewasa. Lebih jauh lagi ke arah Kampung Pulo, banjir lebih parah lagi. Berita dari stasiun televisi menyebutkan bahwa ketinggian air disana mencapai 4 meter.</p>
<p>Di pintu air Manggarai, air sudah mencapai ketinggian 1090 cm. Lebih tinggi dibandingkan dengan banjir 2002 yang berketinggian 1050 cm. Terowongan yang menghubungkan antara Jl. Tambak &#8211; Jl. Manggarai Utara dengan Jl. Sultan Agung dan Jl. Minangkabau bahkan sudah terendam hingga hampir mencapai atap terowongan. Daerah sepanjang aliran sungai Ciliwung seperti Berlan juga tidak luput dari genangan air.</p>
<p>Daerah Cempaka Putih seperti Jl. Cempaka Putih Timur juga tergenang setinggi sekitar 20 cm. Selain itu, banjir juga melanda jalan di depan Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan sepanjang jalur lambat Jl. Letnan Jendral Suprapto yang menuju ke arah Pasar Senen.</p>
<p>Di seberang, daerah Sumur Batu juga tergenang air hingga sebetis orang dewasa. Genangan air di Jl. Letjen Suprapto bahkan lebih parah di daerah depan Cempaka Mas perempatan Coca Cola. Genangan air menutupi semua jalur jalan termasuk di depan Pengadilan Tinggi Jakarta.</p>
<p>Jl. Yos Sudarso (By Pass), juga tergenang air seperti yang terlihat di kantor PLN, Restoran Raja Laut hingga daerah Sunter. Khusus By Pass, terlihat dari atas jalan Tol. Motor masuk jalan tol? Ya. hari ini, motor diperbolehkan masuk Jalan Tol Layang Ir. Wiyoto Wiyono ini karena jalan Arteri By Pass sudah tidak mungkin lagi dilewati.</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>- Foto-foto banjir akan diupload ke akun <a href="http://godzalli.flickr.com">Flickr</a> saya. Tetapi jangan terlalu mengharap akan cepat terupload mengingat keterbatasan benwit dan koneksi Fren yang masih sangat mengecewakan sejak saya memutuskan berlangganan paket Maxsurf (Hi <a href="http://mobile-8.com">Fren</a>!â„¢)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/04/waterworld-flood-strikes-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Evakuasi</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2007 14:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah saya tuliskan di postingan kemarin, rumah kakak saya yang terletak di Makasar, terendam banjir sampai setinggi lebih dari 3 meter dengan keluarga kakak yang terdiri dari suami istri dan 3 orang anak terjebak di rumahnya. Koordinasi dengan rumah Ibu yang juga terletak di Makasar sulit dilakukan karena mulai sulitnya komunikasi. Informasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang telah saya tuliskan di postingan <a title="Waterworld: Banjir Lagi?" target="_blank" href="http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/">kemarin</a>, rumah kakak saya yang terletak di Makasar, terendam banjir sampai setinggi lebih dari 3 meter dengan keluarga kakak yang terdiri dari suami istri dan 3 orang anak  terjebak di rumahnya. Koordinasi dengan rumah Ibu yang juga terletak di Makasar sulit dilakukan karena mulai sulitnya komunikasi.</p>
<p>Informasi yang didapat dari kakak saya, tim SAR kesulitan untuk menjangkau daerah itu karena terletak di gang selebar dua setengah meter yang sulit untuk dimasuki perahu karet. Arus yang melewati gang depan rumah pun deras sekali. Kami pun memutuskan bahwa evakuasi harus dilakukan. Karena kami semua khawatir akan keselamatan keluarga kakak terutama kepada keselamatan ketiga orang keponakan. Juga karena logistik yang mereka punya terbatas dan akses bantuan pun sulit dilakukan. Dengan pertimbangan bahwa banjir masih besar, arus makin deras, maka evakuasi pun diputuskan akan dilakukan siang hari ini dengan mengharapkan surutnya air.<br />
<span id="more-129"></span><br />
Selepas Dzuhur tadi, saya pun berangkat menuju rumah Ibu. Semula sempat ragu apakah saya bisa melewati Bidara Cina sebagai jalur terpendek ke sana. Akhirnya diputuskan untuk tetap mencoba. Bila ternyata tidak bisa lewat sana, maka rencana cadangan adalah memutar balik lewat Diponegoro, Kuningan dan MT. Haryono.</p>
<p>Alhamdulillah ternyata Bidara Cina tidak banjir, sehingga saya bisa melalui dan meneruskan dengan mengambil arah menuju Bandara. Selepas pemakaman umum di Kebon Pala, ternyata kali Cipinang telah meluap sampai ke Jl. Asri. Selain tahun 2002, saya belum pernah menjumpai luapan sampai ke jalan raya.</p>
<p>Dari rumah Ibu, Saya, Kakak dan Paman saya langsung pergi ke rumah kakak dengan membawa logistik berupa nasi dan lauk pauk. Sepanjang jalan, di beberapa tempat terlihat longsoran jalan yang tergerus oleh banjir. Jalan Squadron yang terletak di seberang pun kelihatan berlumpur sisa-sisa banjir yang meluap hingga menutup badan jalan pada malam hari.</p>
<p>Air mulai terlihat sejak dari Masjid Hasbi Al Bahri yang terletak ditepi Kali Ciliwung. Dari sini jelas terlihat bahwa banjir kali ini lebih dahsyat dibandingkan banjir tahun 2002 yang ketinggian maksimalnya hanya setinggi dagu.</p>
<p>Mendekati rumah kakak, air terasa semakin tinggi, dingin dan deras. Dengan berpegangan pada tambang-tambang yang ada, saya dan kakak berusaha menerobos arus yang sangat deras dan menghindari beberapa benda-benda yang terseret arus seperti kayu dan papan. Ide untuk berenang sama sekali tidak ada. Karena berenang hanya akan menghabiskan tenaga. Untuk menghadapi arus yang deras, akan jauh lebih baik untuk terus berjalan sambil berpegangan kepada apapun yang solid. Lagipula kami diuntungkan dengan air yang telah surut hingga sebatas dagu.</p>
<p>Akhirnya kami berhasil mengevakuasi kakak saya dan ketiga keponakan. Mereka kami evakuasi dengan cara menggendong mereka di atas bahu. Untungnya arus juga menuju ke arah Masjid sehingga kami hanya tinggal mengikuti saja. Adapun kakak ipar memutuskan untuk tetap bertahan dengan logistik bantuan yang kami bawa.</p>
<p>Setelah evakuasi selesai, kami baru menyadari rasa kelelahan yang mendera akibat empat kali evakuasi bolak balik ditambah dengan kurangnya olahraga selama ini :&#8221;></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/03/waterworld-evakuasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterworld: Banjir Lagi?</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 15:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi seperti biasa, saya berangkat ke kantor. Cuaca pagi yang diwarnai dengan turunnya hujan menjadi sarapan pagi yang sudah dianggap sebagai bumbu keragaman hari. Seperti biasa, saya mengambil rute menyeberangi rel kereta api, Jl. Kayumanis 4 dan masuk ke daerah Galur Sari. Hujan yang cukup deras mulai mengakibatkan genangan air setinggi 15 cm di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi seperti biasa, saya berangkat ke kantor. Cuaca pagi yang diwarnai dengan turunnya hujan menjadi sarapan pagi yang sudah dianggap sebagai bumbu keragaman hari. Seperti biasa, saya mengambil rute menyeberangi rel kereta api, Jl. Kayumanis 4 dan masuk ke daerah Galur Sari. Hujan yang cukup deras mulai mengakibatkan genangan air setinggi 15 cm di depan Indomaret. Genangan ternyata terus berlanjut dan bertambah ketinggiannya sampai pertemuan dengan jalan depan kampus <abbr title="Universitas Islam Jakarta">UIJ</abbr>. Kali yang membelah jalan juga terlihat mulai meninggi. Dari pengalaman yang sudah-sudah, sepertinya ini tanda-tanda banjir.</p>
<p>Selepas pintu tol Rawasari, mulai terlihat motor dan mobil yang berbelok dan mengambil arah yang berlawanan. Wah beneran banjir nih sepertinya. Tapi keingintahuan menyebabkan saya terus memacu motor menuju kantor yang terletak di daerah Sunter.<br />
<span id="more-128"></span><br />
Selepas putaran Pulomas, jalan raya By Pass mulai tergenang air dan terus meninggi sampai di depan kantor Gudang Garam. Di sepanjang jalan terlihat beberapa orang yang menawarkan gerobaknya untuk mengangkut motor dan beberapa delman yang sepertinya sudah beralih funsi menjadi alat transportasi banjir. Selepas genangan di perempatan Coca Cola, saya bergabung dengan banyak motoris lain yang berusaha memanaskan mesin yang terendam genangan.</p>
<p>Setelah menelepon kantor yang ternyata tidak ada yang mengangkat, mengirim SMS kepada manajer HRD yang ternyata juga tidak masuk kantor (kok gak ngasih tau sih pak ke karyawannya?), saya pun memutuskan untuk pulang.</p>
<p>Di perjalanan pulang, genangan air tidak setinggi arah Tg. Priok. Selepas pom bensin Pulomas, jalan pun sudah bebas genangan air sehingga saya bisa memacu motor menuju rumah.</p>
<p>Saya yang curiga dengan kondisi ini memutuskan untuk terus memantau news ticker, headline news atau informasi apapun yang disiarkan oleh stasiun televisi. Melihat kenyataan bahwa hujan yang telah turun terus menerus di daerah Puncak dan Bogor selama beberapa hari, ketinggian air di Bendung Katulampa, Depok dan Pintu Air Manggarai yang sangat tinggi, saya merasa bahwa banjir besar akan kembali melanda Jakarta seperti tahun 2002. Semoga perkiraan saya ini salah.</p>
<p><strong>UPDATE:</strong></p>
<p>- Pukul tiga sore, saya menerima telepon dari Makasar Halim bahwa rumah kakak saya terendam banjir, dan keluarga kakak terjebak di rumahnya. Ketinggian air di sana mencapai betis kaki orang dewasa di lantai dua.<br />
- Mulai terjadi kesulitan komunikasi. Kartu Halo dan kartu Fren saya tidak berhasil menelpon rumah Ibu di Makasar, hanya kartu Flexi yang bisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2007/02/02/waterworld-banjir-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kali ini yang kiri</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/05/17/kali-ini-yang-kiri/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/05/17/kali-ini-yang-kiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 May 2006 14:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/05/17/kali-ini-yang-kiri/</guid>
		<description><![CDATA[Baru dua bulan berlalu sejak kecelakaan itu, tanggal 10 kemarin saya kembali mengalami musibah terjatuh dari motor. TKP beralih dari Jl. Gatot Soebroto ke Jl. Matraman Raya persis di depan Hotel Grand Menteng. Musibah ini sendiri terjadi tepat seminggu yang lalu. Mungkin memang basbang, tapi ini aja nulisnya cuma dengan tangan kanan. Heheheh&#8230; aduh&#8230; Kecelakaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru dua bulan berlalu sejak kecelakaan <a href="http://awan.wibawa.net/2006/02/28/musibah-di-pagi-hari/" title="Musibah di pagi hari" target="_blank">itu</a>, tanggal 10 kemarin saya kembali mengalami musibah terjatuh dari motor. <abbr title="Tempat Kejadian Perkara">TKP</abbr> beralih dari Jl. Gatot Soebroto ke Jl. Matraman Raya persis di depan Hotel Grand Menteng. Musibah ini sendiri terjadi tepat seminggu yang lalu. Mungkin memang <abbr title="basi banget">basbang</abbr>, tapi ini aja nulisnya cuma dengan tangan kanan. Heheheh&#8230; aduh&#8230;</p>
<p>Kecelakaan ini terjadi pada waktu malam sepulang dari kuliah. Dalam kondisi lelah dan konsentrasi yang menurun, saya mulai berkendara pulang dengan kecepatan lambat. Di saat memasuki perempatan Matraman, lampu lalu lintas masih menyala hijau. Saya dan beberapa mobil menjadi rombongan yang terakhir sebelum lampu lalu lintas berganti merah. Menjelang masuk jalur lambat, saya mengurungkan niat untuk pindah jalur dan memutuskan tetap di jalur cepat sampai perpindahan jalur berikutnya di depan bengkel <abbr title="Astra Honda Authorized Service Station">AHASS</abbr> karena di situ banyak taksi yang sedang parkir menunggu penumpang hotel dan juga dua mikrolet <abbr title="Kp. Melayu-Ps. Senen. Kalo gag percaya, tanya aja ama si kumis lele">M01</abbr> yang menutupi jalur lambat.</p>
<p>Di saat berada di jalur cepat itu &#8211; entah mengapa &#8211; mata saya seperti melihat bahwa perpindahan jalur masih ada. Otomatis otak yang sudah lelah memerintahkan saya untuk pindah jalur. Setelah dekat dengan pembatas, saya baru sadar bahwa perpindahan itu sudah habis. Saya mencoba mengerem tetapi sudah terlambat dan setelah ban depan membelai pembatas, saya dan motor pun jatuh.</p>
<p>Diiringi teriakan &#8220;Aauuwww.. ada yang jatuh.. ada yang jatuh..&#8221; dari beberapa wanita yang sedang berdiri di depan hotel dan dibantu oleh seseorang, saya pun meminggirkan motor. Sempat memeriksa kondisi badan dan keadaan, tiba-tiba penglihatan saya makin kabur dan gelap. Setelah berhasil menghubungi rumah, saya pun diantar oleh orang yang menolong tadi pulang. Di perjalanan pulang itu perut mata saya makin gelap dan hanya melihat cahaya berpendar. Perut pun berasa semakin mual. Dalam hati saya berpikir &#8220;Mungkin ini yang namanya mau pingsan ya&#8230;.&#8221;. Perut yang semakin mual membuat saya was-was karena takut bila saya sampai muntah dan mengenai orang yang sudah berbaik hati mengantar pulang.</p>
<p>Sesampai di rumah, istri saya mengenali orang yang mengantar saya pulang. Ternyata beliau adalah tetangga saya satu gang yang berprofesi sebagai tukang ojek dan pada saat kecelakaan terjadi baru sampai di depan hotel untuk mulai mencari penumpang. Saya sendiri saat itu masih belum bisa melihat jelas mukanya. Kami hanya bisa mengucapkan kata terima kasih yang amat banyak kepadanya karena dia menolak dengan halus pemberian dari istri saya. Dia bilang</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya ikhlas ngebantu kok, apalagi kita masih tetanggaan satu gang. Kebetulan aja pas bapak kecelakaan, saya baru aja mau mulai ngojek. Untungnya dia bawa motornya pelan, jadi jatuhnya gak sampe terseret dan motornya masih enak nih dibawanya.&#8221;.</p></blockquote>
<p>Keesokan harinya, saya pergi ke Rumah Sakit Persahabatan untuk di berikan penyangga dari kayu di bagian sisi luar tangan kiri sampai ke ujung kelingking. Dari hasil rÃ¶ntgen terlihat bahwa ruas tengah jari kelingking saya patah dan sisi luar telapak tangan kiri retak. Saya pun terpaksa tidak masuk kerja lagi untuk beberapa lama.</p>
<p><strong>Catatan kecil:</strong><br />
Menurut kabar yang beredar, konon di daerah sekitar tempat kecelakaan itu ada setannya. Dia suka berpindah-pindah. Kadang di jalur ke arah Utara, kadang di jalur sebaliknya. Menurut bang Andi, kecelakaan terakhir terjadi dua hari sebelum saya, yaitu dua kecelakaan sekaligus dalam satu malam. Yang pertama terjadi sekitar sekitar pukul sepuluh malam dengan korban seorang perempuan. Motornya rusak dan dia pingsan. Setelah itu sekitar setengah dua belas terjadi lagi kecelakaan kedua dengan hasil motor rusak dan pengendaranya luka-luka.</p>
<p>Saya tidak percaya bahwa kecelakaan itu disebabkan karena setan yang mengganggu, tetapi saya percaya bahwa kecelakaan adalah musibah dan teguran dari Tuhan. Kecelakaan bisa terjadi karena apa saja. Mengantuk, hilang konsentrasi, terlalu ngebut dan ban pecah mungkin adalah beberapa diantaranya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/05/17/kali-ini-yang-kiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah di pagi hari</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/02/28/musibah-di-pagi-hari/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/02/28/musibah-di-pagi-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2006 01:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/02/28/musibah-di-pagi-hari/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin pagi beberapa saat setelah saya mengantar nyonyah ke BP-MIGAS di gedung Patra Jasa di Jl. Gatot Soebroto, saya mendapat kecelakaan yang menyebabkan jari kelingking kanan saya retak. Setelah istri saya memasuki lobi, saya yang akan melanjutkan perjalanan mulai berjalan dengan pelan. Kemudian dari arah kanan datang sebuah taksi yang langsung mengambil jalur saya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pagi beberapa saat setelah saya mengantar <a href="http://dian-erika.blogspot.com" title="Mama Naufal" target="_blank"><abbr title="Mama Naufal">nyonyah</abbr></a> ke <a href="http://www.bpmigas.com/" target="_blank" title="BP-MIGAS"></a><a href="http://dian-erika.blogspot.com" title="Mama Naufal"></a><abbr title="Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi">BP-MIGAS</abbr> di gedung Patra Jasa di Jl. Gatot Soebroto, saya mendapat kecelakaan yang menyebabkan jari kelingking kanan saya retak.</p>
<p>Setelah istri saya memasuki lobi, saya yang akan melanjutkan perjalanan mulai berjalan dengan pelan. Kemudian dari arah kanan datang sebuah taksi yang langsung mengambil jalur saya untuk menurunkan penumpangnya di lobi yang sama. Otomatis saat itu saya mengambil sisi kanan dari taksi tersebut. Di saat bersisian, tiba-tiba saya merasakan motor saya tersentak, miring ke arah kanan dan langsung terjatuh.</p>
<p>Setelah bangun dan mendirikan motor, saya melihat pintu kanan belakang taksi yang terbuka, didalamnya seorang bapak yang sudah beruban menatap dengan pandangan terkejut, pandangan yang sama seperti yang diperlihatkan oleh supir taksi. Penumpang itu lalu bergegas menghampiri dan menanyakan keadaan saya sambil meminta maaf dan mengakui bahwa kecelakaan itu adalah kesalahan dia karena dia membuka pintu kanan dan membukanya tanpa melihat keadaan terlebih dahulu.</p>
<p>Setelah memeriksa kondisi sendiri dan menerima permintaan maafnya (kasihan bapak itu sudah tua dan mukanya memerah, kuatir juga kalau tiba-tiba bapak itu jatuh sakit) melanjutkan perjalanan. Namun sesampainya di daerah Hero Gatot Soebroto, mendadak jari kelingking kanan saya terasa sakit sekali. Sempat berhenti di parkiran belakang Hero, menghubungi kantor dan rumah sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah Halim. Perjalanan akhirnya diteruskan dengan kondisi tidak nyaman. Sesampai di Halim, segera periksa dulu ke Rumah Sakit <abbr title="Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat">Pusdikkes</abbr> untuk di rÃ¶ntgen, ternyata kelingking kanan saya retak.</p>
<p>Ini adalah kecelakaan motor saya yang pertama sejak beberapa tahun silam. Sejak mulai mengendarai sepeda motor tahun 1992, alhamdulillah baru merasakan 3 kali kecelakaan termasuk yang sekarang. Kecelakaan pertama terjadi di tahun 1993 ketika saya yang sedang membonceng &#8220;terbang&#8221; dari motor yang menabrak trotoar di Jl. Kalisari, Cijantung sepulang dari sekolah. Saya mencium pot bunga dan mendapat kenang-kenangan berupa dagu yang bocor, sementara teman saya luka-luka mencium tanah. Kecelakaan kedua terjadi di tahun 1999 ketika saya dan teman terjatuh di daerah Pinang Ranti. Beruntung ketika itu kita hanya mendapat luka ringan. Semoga kecelakaan kemarin itu adalah kecelakaan terakhir yang saya alami.</p>
<p>Tadinya saya mau menulis kejadian ini kemarin malam (dasar blogger!â„¢), cuma berhubung kondisi tangan yang masih sakit saya baru menuliskannya sekarang.</p>
<p><em>meringis</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/02/28/musibah-di-pagi-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawa Timur #6</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/02/06/jawa-timur-6/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/02/06/jawa-timur-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2006 14:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/02/06/jawa-timur-6/</guid>
		<description><![CDATA[Selesai makan pagi, kami berpamitan kepada keluarga Pak Lik untuk kemudian menuju kota Surabaya menemui teman-teman nyonyah semasa bersekolah dasar disana. Perjalanan dilakukan dengan menumpang taksi melalui tol menuju daerah stasiun Pasar Turi. Setelah bertemu dengan teman-teman nyonyah termasuk mengunjungi teman yang baru beberapa hari melahirkan, kami menuju pasar Genteng dengan becak untuk membeli beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selesai makan pagi, kami berpamitan kepada keluarga Pak Lik untuk kemudian menuju kota Surabaya menemui teman-teman nyonyah semasa bersekolah dasar disana. Perjalanan dilakukan dengan menumpang taksi melalui tol menuju daerah stasiun Pasar Turi.</p>
<p>Setelah bertemu dengan teman-teman nyonyah termasuk mengunjungi teman yang baru beberapa hari melahirkan, kami menuju pasar <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/26/daerah/pasa34.htm" target="_blank" title="Pasar Genteng pusat oleh-oleh">Genteng</a> dengan becak untuk membeli beberapa oleh-oleh. Sepanjang jalan menuju pasar, hujan turun dengan derasnya dan terus berlanjut sampai kami menumpang taksi menuju <a href="http://awan.wibawa.net/juanda-airport.com/" title="Bandara Juanda" target="_blank">Bandara Juanda</a> untuk pulang ke Jakarta dengan pesawat pukul 6 sore.</p>
<p>Alhamdulillah kami selamat tiba di Jakarta. Liburan dan cuti sudah berakhir. Mulai besok kami akan kembali lagi ke rutinitas sehari-hari. Sayang waktu liburan yang sempit ini membuat keinginan saya untuk <abbr title="Kopi Darat">kopdar</abbr> dengan gajah-gajah surabaya tidak terwujud. Mungkin suatu saat nanti ya bila ada kesempatan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/02/06/jawa-timur-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawa Timur #5</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/02/05/jawa-timur-5/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/02/05/jawa-timur-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2006 09:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>godzalli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/02/05/jawa-timur-5/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hari minggu, saatnya istirahat untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Setelah berenang di kolam renang pusat kota Mojokerto, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi obyek wisata yang terletak di sekitar Mojokerto seperti Candi Bajang Ratu yang terbuat dari bata merah, Candi Tikus (dinamakan candi tikus karena sewaktu ditemukan, dihuni oleh ribuan tikus) dan Kolam Segaran. Usai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini hari minggu, saatnya istirahat untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Setelah berenang di kolam renang pusat kota Mojokerto, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi obyek wisata yang terletak di sekitar Mojokerto seperti <a href="http://www.navigasi.net/go.php?g=art&amp;a=bubjgrat&amp;tab=a" target="_blank" title="Candi Bajangratu">Candi Bajang Ratu</a> yang terbuat dari bata merah, <a href="http://www.navigasi.net/go.php?g=art&amp;a=bucatiks" target="_blank" title="Candi Tikus">Candi Tikus</a> (dinamakan candi tikus karena sewaktu ditemukan, dihuni oleh ribuan tikus) dan <a href="http://www.navigasi.net/go.php?g=art&amp;a=buklmsgr" target="_blank" title="Kolam Segaran">Kolam Segaran</a>.</p>
<p>Usai berwisata, kami menuju sebuah restoran di pinggir jalan Mojokerto-Bangsal untuk makan siang dengan lauk ikan bawal goreng, sayur asem, tempe goreng, nasi pulen hangat dan sambal yang lezat. Kemudian kami pun pulang untuk berkemas dan bersiap-siap.</p>
<p>Seusai sholat maghrib, keluarga kecil akan diantar menuju rumah Pak Lik di daerah Waru, Sidoarjo untuk bermalam disana. Selamat tinggal Mojokerto, terima kasih kepada keluarga kakak yang bersedia menampung dan mengantar kami jalan-jalan mengisi liburan, juga untuk koneksi internetnya <img src='http://awan.wibawa.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Mudah-mudahan akan ada waktu untuk kembali mengunjungi Mojokerto lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/02/05/jawa-timur-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

