<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Celoteh untuk dunia &#187; gempa</title>
	<atom:link href="http://awan.wibawa.net/tag/gempa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://awan.wibawa.net</link>
	<description>Berbagi rasa dan kata dalam keseharian sebagai pengalaman hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 05:37:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips penyelamatan saat gempa</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2009/09/03/tips-penyelamatan-saat-gempa/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2009/09/03/tips-penyelamatan-saat-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 05:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Jakarta diguncang gempa kemarin, saya mencari-cari artikel cara penyelamatan saat gempa. Hal ini saya lakukan karena belum yakin dengan metode penyelamatan gempa di gedung bertingkat yang selama ini saya tau. Selama ini perhatian saya mendua antara turun menyelamatkan diri melalui pintu dan tangga darurat atau berlindung di bawah meja untuk menghindari tertimpa benda-benda yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Jakarta diguncang gempa kemarin, saya mencari-cari artikel cara penyelamatan saat gempa. Hal ini saya lakukan karena belum yakin dengan metode penyelamatan gempa di gedung bertingkat yang selama ini saya tau. Selama ini perhatian saya mendua antara turun menyelamatkan diri melalui pintu dan tangga darurat atau berlindung di bawah meja untuk menghindari tertimpa benda-benda yang jatuh.</p>
<p>Akhirnya ada seorang teman yang memberikan artikel terjemahan <a href="http://forum.chip.co.id/off-topics-potato-lounge/33899-tips-penyelamatan-saat-gempa.html" target="_blank">Tips penyelamatan saat gempa</a> atau bisa juga dari <a href="http://www.chip.co.id/forum/showthread.php?t=33899" target="_blank">sini</a>. Setelah saya cek, artikel terjemahan ini dibuat sudah cukup lama yaitu tertanggal 31-05-2006. Cuma saya sengaja ingin berbagi disini untuk menghadapi kejadian yang mungkin akan datang lagi, dan saya harap semoga berguna untuk saya dan anda sekalian. Berikut ini isi dari artikel terjemahannya:<br />
<span id="more-274"></span></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Semoga berguna bagi kita semua, sharing pengalaman dari salah seorang rescue team.</p>
<p>Saya Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), tim penyelamat paling berpengalaman di dunia. </p>
<p>Informasi dalam artikel ini dapat menyelamatkan nyawa anda dari gempa bumi. </p>
<p>Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985. </p>
<p>Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat. Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka &#8220;menunduk dan berlindung&#8221; dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup &#8220;segitiga kehidupan&#8221;. Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya &#8220;segitiga kehidupan&#8221; bertahan hidup 100. </p>
<p>Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.</p>
<p>Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong. </p>
<p>Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu. Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furnitur sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut &#8221; segitiga kehidupan&#8221;. Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka. </p>
<p>Suat saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah &#8220;segitiga kehidupan&#8221; yang anda temui. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.</p>
<p>Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi<br />
1. Hampir semua orang yang hanya &#8220;menunduk dan berlindung&#8221; pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.</p>
<p>2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. </p>
<p>3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang. </p>
<p>4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa. </p>
<p>5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.</p>
<p>6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat! </p>
<p>7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki &#8220;momen frekuensi&#8221; yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhi lah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak. </p>
<p>8. Berdiri lah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup. </p>
<p>9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol. </p>
<p>10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2009/09/03/tips-penyelamatan-saat-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>174</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa berpotensi tsunami di Halmahera</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2008/09/11/gempa-berpotensi-tsunami-di-halmahera/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2008/09/11/gempa-berpotensi-tsunami-di-halmahera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 00:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa menit yang lalu ketika sedang menonton sebuah acara di TPI, saya dikejutkan oleh berita tentang terjadinya gempa di daerah Halmahera, Maluku Utara. Yang membuat terkejut adalah adanya keterangan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami dan diharapkan untuk menyebarkan berita tersebut ke masyarakat. Segera saya membuka situs BMG dan USGS dan berhasil mendapatkan informasinya. Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa menit yang lalu ketika sedang menonton sebuah acara di <a href="http://www.tpi.tv/new/index.php" target="_blank"><abbr title="Televisi Pendidikan Indonesia">TPI</abbr></a>, saya dikejutkan oleh berita tentang terjadinya gempa di daerah Halmahera, Maluku Utara. Yang membuat terkejut adalah adanya keterangan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami" target="_blank">tsunami</a> dan diharapkan untuk menyebarkan berita tersebut ke masyarakat.</p>
<p>Segera saya membuka situs <a href="http://www.bmg.go.id/" target="_blank"><abbr title="Badan Meteorologi dan Geofisika">BMG</abbr></a> dan <a href="http://www.usgs.gov/" target="_blank"><abbr title="United States Geological Survey">USGS</abbr></a> dan berhasil mendapatkan informasinya. Menurut <a href="http://www.bmg.go.id/depan.bmg" target="_blank">BMG</a>, gempa yang terjadi sekitar pukul 9:00 <abbr title="Waktu Indonesia Timur">WIT</abbr> (atau sekitar pukul 7:00 <abbr title="Waktu Indonesia Barat">WIB</abbr>) dan berlokasi di 1.88° <abbr title="Lintang Utara">LU</abbr> &#8211; 127.27° <abbr title="Bujur Timur">BT</abbr> (sekitar barat laut Halmahera) tersebut berkekuatan 7.6 <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skala_Richter" target="_blank"><abbr title="Skala Richter">SR</abbr></a> dan berkedalaman 10 <abbr title="Kilometer">KM</abbr> sehingga berpotensi menimbulkan tsunami.</p>
<p><span id="more-158"></span>Sedangkan menurut <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/us2008wvab.php#details" target="_blank">USGS</a>, gempa tersebut berlokasi di 1.865° LU, 127.439° BT, berkekuatan 6,6 SR dan berkedalaman 93,1 KM.</p>
<p>Semoga saja tidak terjadi bencana alam susulan yang bisa mengakibatkan kerusakan lebih besar dan merenggut korban jiwa yang banyak seperti tsunami. Semoga masyarakat di sana tabah menerimanya dan diberikan kekuatan dan kesabaran. Aamiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2008/09/11/gempa-berpotensi-tsunami-di-halmahera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa Lagi!</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2006 12:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Sore tadi sekitar hampir pukul 18.00 (17.57), ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan kantor yang tersisa, tiba-tiba kursi yang sedang saya duduki terasa bergetar, tirai di jendela pun bergoyang-goyang selama beberapa saat. Gempa yang terjadi cukup keras. Karena situasi kantor sudah sepi, hanya tinggal kami bertiga yang masih ada. Dua orang teman segera menghilang ke tangga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i7.photobucket.com/albums/y298/godzalli/gempa_1757_20060719.gif" alt="Peta Gempa Selat Sunda" title="Peta Gempa Selat Sunda" align="left" />Sore tadi sekitar hampir pukul 18.00 (17.57), ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan kantor yang tersisa, tiba-tiba kursi yang sedang saya duduki terasa bergetar, tirai di jendela pun bergoyang-goyang selama beberapa saat.</p>
<p>Gempa yang terjadi cukup keras. Karena situasi kantor sudah sepi, hanya tinggal kami bertiga yang masih ada. Dua orang teman segera menghilang ke tangga, sedangkan saya baru akan membuka pintu tangga darurat ketika gempa berhenti.</p>
<p>Setelah itu langsung mencari tau berita gempa di <a href="http://awan.wibawa.net/www.usgs.gov" target="_blank" title="USGS">USGS</a>, <a href="http://www.bmg.go.id/" target="_blank" title="BMG">BMG</a> dan <a href="http://awan.wibawa.net/www.detik.com" target="_blank" title="Detik">Detik</a>. Sayangnya beritanya belum ada. Mungkin mereka baru mulai menulis keadaan gempa ketika saya mencoba mengakses situs mereka, sedangkan <a href="http://www.bmg.go.id/">BMG</a> sangat lambat diakses dari sini.</p>
<p>Beberapa menit kemudian, barulah berita ini muncul di detik. Selang 10 menit kemudian, berita gempa ini muncul pula di USGS. Sedangkan BMG akhirnya bisa saya lihat data gempanya setelah beberapa menit kemudian <img src='http://awan.wibawa.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menurut <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/usqia3.php" target="_blank" title="Data Gempa">USGS</a>, gempa berkekuatan 6 <abbr title="Skala Richter">SR</abbr> terjadi di  6.495Â° <abbr title="Lintang Selatan">LS</abbr>,  105.415Â° <abbr title="Bujur Timur">BT</abbr> di kedalaman 44,2 KM  (menurut <a href="http://www.bmg.go.id/gempaterkini.asp" target="_blank" title="Data Gempa">BMG</a>: 5,9 SR 6.650Â° LS, 105.240Â° BT di kedalaman 54 KM di <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Maps/10/105_-5.php" target="_blank" title="Peta Gempa">daerah selatan Selat Sunda</a>.</p>
<blockquote><p>Ya Rabb, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami. Lindungilah kami. Jauhkanlah kami dari azab dan bencana-Mu. Limpahkanlah kesabaran dan kekuatan kepada kami.<br />
Amiinnn&#8230;</p></blockquote>
<p><strong>Link:</strong></p>
<p>- <a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/19/time/181449/idnews/639347/idkanal/10" target="_blank" title="Berita Gempa">Detik</a></p>
<p>- <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Maps/10/105_-5.php" target="_blank" title="Peta Gempa">USGS peta</a></p>
<p>- <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/usqia3.php" target="_blank" title="Data Gempa">USGS data</a></p>
<p>- <a href="http://www.bmg.go.id/gempaterkini.asp" target="_blank" title="Data Gempa">BMG</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/07/19/gempa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa dan Tsunami di pantai selatan Jawa</title>
		<link>http://awan.wibawa.net/2006/07/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/</link>
		<comments>http://awan.wibawa.net/2006/07/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2006 15:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awan.wibawa.net/2006/05/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/</guid>
		<description><![CDATA[Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa dan tsunami yang melanda pantai selatan Jawa dari Garut, Pangandaran, Cilacap, Kebumen sampai Parangtritis di Jogjakarta. Semoga arwah para korban yang meninggal dunia diterima di sisi Tuhan YME, semoga korban-korban yang berhasil selamat mendapatkan kesembuhan, kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian berat ini. Menurut USGS, gempa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i7.photobucket.com/albums/y298/godzalli/neic_qgaf.jpg" title="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2006/eq_060717_qgaf/neic_qgaf_l.html" alt="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2006/eq_060717_qgaf/neic_qgaf_l.html" align="left" />Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa dan tsunami yang melanda pantai selatan Jawa dari Garut, Pangandaran, Cilacap, Kebumen sampai Parangtritis di Jogjakarta. Semoga arwah para korban yang meninggal dunia diterima di sisi Tuhan <abbr title="Yang Maha Esa">YME</abbr>, semoga korban-korban yang berhasil selamat mendapatkan kesembuhan, kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian berat ini.</p>
<p>Menurut <a href="http://usgs.gov/" title="USGS" target="_blank"><abbr title="United States Geological Survey">USGS</abbr></a>, <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/usqgaf/" title="Gempa" target="_blank">gempa</a> yang terjadi sekitar pukul 15 :19 <abbr title="Waktu Indonesia Barat">WIB</abbr> dan menimbulkan tsunami tersebut berkekuatan 7,7 <abbr title="Skala Richter">SR</abbr> berada pada kedalaman 34 <abbr title="Kilometer">km</abbr> di posisi  9.222Âº <abbr title="Lintang Selatan">LS</abbr>, 107.320Âº <abbr title="Bujur Timur">BT</abbr>, sedangkan menurut <a href="http://www.bmg.go.id/" title="BMG" target="_blank"><abbr title="Badan Meteorologi dan Geofisika">BMG</abbr></a>, <a href="http://www.bmg.go.id/beritagempa1.asp?key=547&amp;key1=pusat" title="Data gempa" target="_blank">gempa</a> berkekuatan 6,8 SR berada pada kedalaman 33 km di posisi 9,46Âº LS, 107.19Âº BT.</p>
<p>Saya baru mengetahui beritanya dari siaran televisi. Pada saat gempa terjadi yang getarannya terasa sampai Jakarta, saya sedang berada di jalan berkeliling mencari informasi <abbr title="Kredit Pembelian Rumah">KPR</abbr> dari beberapa bank yang ada di sepanjang Jl. Matraman.</p>
<p><strong>UPDATE:</strong> mengutip link dari <a href="http://ryosaeba.wordpress.com/2006/07/17/tsunami-pantai-selatan/" title="Eko Juniarto" target="_blank">blog Eko Juniarto</a>, simulasi tsunami bisa dilihat di <a href="http://www.ppk.itb.ac.id/westjava" title="Simulasi tsunami" target="_blank">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awan.wibawa.net/2006/07/17/gempa-dan-tsunami-di-pantai-selatan-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
