Yap ini sudah hari ketiga liburan di Jawa Timur. Cuti tinggal sedikit lagi, jadi setiap kesempatan yang ada harus dipergunakan dengan semaksimal mungkin agar semua lokasi tujuan yang diinginkan bisa terkunjungi.
Setelah sarapan dan berenang, kami segera membereskan seluruh barang bawaan dan menunggu jemputan kakak yang akan membawa kami berkeliling tujuan wisata di sekitar sini. Tinggal menunggu dan menunggu… Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang ketika mobil kakak saya memasuki halaman cottage. Keterlambatan ini terjadi karena kakak ipar saya baru bisa meninggalkan kantornya menjelang siang. Hmmm tak apalah. Yang penting tetap bisa jalan-jalan.
Tujuannya adalah Taman Safari Prigen. Karena jalur tersingkat tidak bisa dilalui karena sedang ada tanah longsor, maka perjalanan mengambil rute melalui rumah-sakit-seperti-sanatorium-entah-apa-namanya-lupa terus menuju daerah Trawas. Jalannya sangat sempit, berkelok-kelok dan naik turun dengan curam.
Sesampainya di daerah Trawas, mampir dahulu untuk makan siang di deretan warung makan di depan gerbang Hotel Grand Trawas. Selesai menyantap makan siang di warung Pak Thoyib (Sekarang saya baru tau kenapa Bang Thoyib sudah tidak pulang-pulang selama tiga kali puasa tiga kali lebaran. Ternyata beliau mencari nafkah dengan berdagang makanan dan minuman di Trawas. Pulang bang… dicariin anak istri tuh sampai dijadiin lagu :P), perjalanan di lanjutkan kembali. Obyek wisata pertama yang dikunjungi adalah Candi Jawi yang terletak di pinggir jalan raya Trawas-Prigen. Cuaca makin mendung dan mulai berubah menjadi gerimis kecil.
Meskipun situasi sudah tidak mendukung untuk terus ke Prigen karena cuaca dan waktu, tetapi perjalanan tetap harus diteruskan. Hal ini dilakukan karena bila perjalanan kali ini dibatalkan dan pulang ke Mojokerto, entah kapan lagi kami bisa berkunjung ke sana. Menjelang lokasi Taman Safari, hujan bertambah deras. Tidak ada mobil yang menuju ke atas, sebaliknya semua mobil yang kami temui justru turun ke arah bawah (ke jalan raya Surabaya-Malang). “Tanggung” kata kakak ipar saya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika kami sampai ke lokasi. Hujan mulai mereda ketika kami mulai berkeliling melihat satwa-satwa yang ada. Sepertinya satwa di Prigen ini berukuran tubuh lebih besar dibandingkan dengan di Cisarua. Disaat kami terhalang oleh kerumunan zebra di tengah jalan, tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul 2 ekor badak yang berlari dan hampir menabrak mobil kami. Beruntung ketika badak yang pertama hampir menabrak sudut bumper depan mobil, binatang itu berbelok sedikit sehingga tak terjadi benturan antara badak lawan kijang.
Sesampai di tempat parkir, suasana sudah sangat sepi. Sarana rekreasi juga sudah sepi tanpa ada petugasnya. Yang masih ada orang hanyalah deretan tempat makan dan toko souvenir. Akhirnya kami berjalan-jalan ke arah baby zoo dan wild west station. Sayang, kami tidak sempat mencoba satupun sarana disana dan hanya mengambil beberapa skrinsyut we-were-here-style.