Jawa Timur #2

Filed Under (Catatan Perjalanan) by godzalli on 02-02-2006

Tagged Under : ,

Di pagi hari, mendadak komputer saya di rumah tidak mau bekerja seperti biasanya. Setelah diperiksa, ternyata ada satu keping memori 128 MB yang rusak. Wah alamat kerjaan lagi nih… DDR PC2100 masih ada yang jual tidak ya? Kalau saya beli PC2700 atau 3200 sih bisa aja, tapi sayang keping 2100 256 MB yang masih bagus, takutnya jadi bentrok dengan yang baru.

Yah apa boleh buat, berangkat juga akhirnya ke Dusit Mangga Dua. Sampai disana langsung menuju toko HJ karena sudah tidak sempat lagi berkeliling mencari harga termurah mengingat keberangkatan pesawat ke Surabaya adalah pukul 15.00 WIB. Meskipun yang melayani saya adalah Vivi, ternyata PC2100 yang saya cari sudah tidak tersedia lagi disana :( Akhirnya bergegas pergi ke toko lain. Alhamdulillah didapat juga DDR PC2100 512 MB merek V-Gen. Setelah dapat, langsung pulang dan memasang memori baru ke PC. Alhamdulillah komputer saya sudah dapat berjalan lagi dengan baik dengan total memori baru 768 MB.

Waktu terus beranjak dan saatnya keluarga kecil untuk berangkat. Sesampainya di bandara, langsung bertemu dengan keluarga kakak ditambah dengan adik saya yang ingin ikut berlibur. Naufal langsung berceloteh riang sambil menunjuk-nunjuk ke arah beberapa pesawat yang sedang parkir. Begitu pula ketika memasuki pesawat, tidak henti-hentinya dia bertanya tentang apa-apa yang baru dilihatnya, “Ini apa pa?”, “Itu apa pa?”. Saya sempat mencari-cari kamera, tapi sayangnya kamera itu ternyata ada di koper di bawah perut pesawat. Yaaa… :( gagal deh ambil skrinsyut buat TAO no. 7 :(

Sesampainya di Juanda, rombongan langsung menuju ke counter taxi bandara dan memesan untuk perjalanan ke Mojokerto. Ternyata tarifnya sudah naik lagi menjadi Rp. 120.000 :( (cepat sekali naik tarifnya ya? ini pasti gara-gara kenaikan harga BBM! PASTI!!!â„¢). Sesampai di taxi yang ditunjuk, ternyata supirnya meminta uang tambahan lagi sebesar Rp. 70.000 dengan alasan rombongan kami berjumlah 7 orang (4 orang dewasa (1 laki-laki, 3 perempuan), 2 anak kecil dan 1 batita) x-(. Huh! berhubung hari sudah mulai maghrib dan membawa anak-anak terpaksa deh kami setujui juga tarif tambahan itu.

Alhamdulillah akhirnya kami tiba dengan selamat di Mojokerto sekitar pukul tujuh malam tadi. Besok mau kemana ya? Entahlah… Beginilah kalau liburan tidak terencana :(. Mungkin besok akan didiskusikan lagi.

Liburan Jawa Timur #1

Filed Under (Catatan Perjalanan) by godzalli on 01-02-2006

Tagged Under : ,

Setelah mengajukan cuti mendadak dan tak terencana untuk lima hari (31/1 – 6/2) pada hari Jumat (27/1) kemarin, akhirnya baru hari ini memutuskan tempat liburan. Keluarga kecil akan berlibur ke rumah kakak saya di Mojokerto.

Sebelumnya tak terpikir sama sekali untuk mengajukan cuti di awal tahun ini. Pengajuan itu dilakukan atas desakan nyonyah yang menginginkan cuti untuk berlibur dan beristirahat dari kesibukan pekerjaannya. Beruntung pengajuan cuti yang sangat mendadak ini bisa dikabulkan oleh kantor.

Setelah masalah pengajuan cuti teratasi, masalah berikutnya adalah menentukan tempat berlibur. Sempat ada beberapa usulan tempat seperti Bogor, Bandung, Ciwidey, sampai ide untuk berkeliling obyek wisata di Jakarta dan sekitarnya setiap hari selama libur. Sempat terlintas juga usulan untuk berlibur di Mojokerto, tetapi mentah karena keluarga Mojokerto justru sedang berlibur di Halim, Jakarta.

Kemarin di lewatkan dengan mengunjungi di rumah eyang di Halim. Disana kami meminta ide tempat berlibur termasuk kepada keluarga kakak saya yang sedang berada di Jakarta. Sayangnya ide-ide yang diberikan masih belum sesuai dengan keinginan. Tiba-tiba sore harinya ketika kami hendak pulang, kakak ipar saya mendapat kabar dari kantornya agar cutinya diperpendek karena ada masalah kantor yang harus diselesaikan dengan segera. Kabar ini akhirnya membuat kami memutuskan untuk ikut ke Mojokerto bersama keluarga kakak. Setelah memesan tiket pesawat untuk keberangkatan besok, kami segera pulang ke rumah untuk menyiapkan segala keperluan liburan.

Dan hari ini terjadilah suatu peristiwa bersejarah di dalam hidup saya. Setelah selesai mengantar nyonyah ke salon langganannya, kami pergi ke Arion Plaza yang terletak tak jauh dari situ. Disana nyonyah meminta saya untuk memotong rambut yang sudah mulai gondrong tak berbentuk. Karena di Arion tidak ada stand tukang cukur pinggir jalan seperti langganan saya di dekat rumah, maka pilihan yang ada tinggal salon Johnny Andrean. Saya sempat menolak untuk potong rambut di situ karena saya sudah ada tukang cukur langganan dan saya tidak pernah ke salon. Tetapi karena terus didesak agar mencoba potong rambut di salon akhirnya saya mengalah.

Sewaktu akan memasuki salon, jantung saya berdebar-debar. Masih aneh rasanya bagi saya yang pria untuk memotong rambut di sana. Walaupun sempat melihat seorang bapak-bapak sedang dipotong rambutnya dan seorang lagi yang sedang duduk santai dengan kaki menjulur sedang dipegangi ujung kakinya oleh pegawai salon entah untuk keperluan apa, tetap saja saya masih merasa aneh.
Setelah mendaftar, saya diantar ke sebuah ruangan kecil yang berisikan kursi-kursi rebah dan wastafel diatasnya. Ternyata rambut saya dicuci dulu sebelum dipotong. Wah, sempat senyum-senyum juga saat itu mengingat perlakuan serupa tidak akan didapatkan di tukang cukur langganan yang langsung duduk, dipotong rambutnya, selesai dan langsung bayar :P Sambil membersihkan rambut terjadilah dialog seperti ini:

Mas-mas: “Baru pertama kali potong rambut disini ya mas?”
Saya: “Iya. Kok tau?”
Mas-mas: “Iya, soalnya mas tegang betul. Hehehehe… santai aja mas… gak diapa-apain kok”
Saya: (tersenyum malu) “Iya…”
Mas-mas: “Mau pake …. gak, mas?”
Saya: (tidak mengerti apa yang ditawarkan) “Ya… Pake deh” (setelah pembayaran saya baru tau bahwa yang ditawarkan itu adalah protein rambut atau sejenisnyalah).

Kelar cuci rambut, pindah lagi ke ruangan besar dan potong rambut. Setelah selesai rambut dibersihkan kembali di ruangan kecil (Bolak-balik terus yah…). Kali ini saya sudah bisa lebih santai dibandingkan dengan waktu mencuci rambut pertama kali tadi. Kemudian terjadi percakapan berikut:

Mas-mas: “Kok bengong aja mas?”
Saya: (tergagap) “Ya? ya? apa mas?”
Mas-mas: “Udah selesai cucinya mas”
Saya: “Oh sudah selesai ya? terus apa ya?”
Mas-mas: “Mas langsung aja ke kasir”
Saya: “Oh iya ya.. Makasih ya mas”

Di kasir saya segera membayar tagihan (lumayan beda jauh tarifnya dibandingkan potong rambut biasa yang hanya 6000 rupiah sahaja :P) dan menemui nyonyah yang menunggu sambil tersenyum meledek ke arah saya.

Sehari di Makasar

Filed Under (Personal, Senggang) by godzalli on 14-08-2005

Tagged Under : , ,

Tadi pagi keluarga kecil berkunjung ke rumah Eyang di Makasar. Sampai disana ternyata rumah sedang ramai, banyak keponakan yang juga sedang berkunjung. Seperti biasanya, Naufal langsung menjadi pusat perhatian dan diajak bermain oleh kakak-kakaknya :)

Lapangan SepakbolaSekitar pukul tiga sore, kakak ke-3 (ya.. ya.. seperti dialog di film kungfu Mandarin zaman dahulu kala ya :P) dan cintahhh nyonyahhh ingin belajar motor (ini pasti dikoreksi oom PolisiEYD :D). Ya sudah kita bertujuh dengan kakak ipar, Fauzan, Kholish dan Dinda (sekalian ngenalin beberapa anggota keluarga besar ah) berangkat ke tanah lapang nan luas yang biasa digunakan untuk belajar motor di daerah Kampung Pulo. Naufal tidak diajak karena dia sudah mengantuk – waktunya dia bobo siang – lagipula lapangan itu jauh, panas dan berdebu.

Si JagurSampai disana, masih sepi karena tiga lapangan sepakbola yang ada belum ada yang menggunakan sehingga ideal untuk latihan motor. Motor yang digunakan untuk latihan adalah Suzuki Smash 110cc (SPAM!!) punya kakak saya, sedangkan motor yang lain saya pakai untuk mengajak para keponakan berputar-putar mengelilingi lapangan nan luas tersebut.

IstirahatSatu jam latihan, lapangan sudah mulai didatangi orang-orang yang hendak bermain sepakbola. Sebelum pulang kita menyempatkan diri untuk minum es kelapa muda dengan gula aren untuk menghilangkan haus. Hmmm… sambil makan gorengan dan minum es kelapa muda kita photo-photo dulu.

Sebelum pulangSetelah kembali ke rumah eyang ternyata Naufal sudah bangun jadi langsung ada bath-session sama papanya :) Setelah mandi dan makan, eyang kakung sudah menjemput untuk kembali ke rumah. Wah sebelum pulang, Naufal photo dulu bareng uwak aa’ dan uni Dinda